Konsumsi Pemerintah Masih Rendah pada Kuartal-II 2024, Ini Sebabnya
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan masih rendahnya belanja pemerintah pada kuartal-II 2024 karena pemerintah menahan belanja. Langkah menahan belanja ini dilatarbelakangi keinginan pemerintah agar sektor ekonomi dan usaha di luar pemerintah tetap bergerak.
“Karena kontribusi pemerintah kan dari segi belanjanya hanya 7% dari total PDB kita, sehingga kita mendorong kegiatan-kegiatan lain yang diutamakan,” kata Airlangga di kantornya.
Baca Juga
Pertumbuhan Kalah dari Malaysia dan Vietnam, Menko Airlangga Masih Apresiasi
Seperti diberitakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi pemerintah pada kuartal-II 2024 tumbuh sebesar 1,42% secara tahunan. Pertumbuhan ini tercatat lebih rendah daripada kuartal-I 2024 yang tercatat sebesar 19,9% secara tahunan.
Pada kuartal-I 2024, Airlangga mengatakan belanja pemerintah terkesan besar karena anggaran besar untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya dan gaji pegawai.
“Dan juga kita lihat bahwa belanja yang di kuartal-I kan digenjot dengan pembagian DIPA di bulan November jadi di April, APBN belanjanya,” kata dia.

