Kinerja Setoran Dividen BRI Topang Penerimaan KND Januari 2024
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyebut kinerja setoran Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) mencapai Rp 6,8 triliun. Realisasi penerimaan ini ditopang oleh setoran dividen BUMN perbankan.
“Setoran dividen interim dari dividen BUMN perbankan yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (BRI),” kata Suahasil saat paparan APBN KiTa edisi Februari 2024, Kamis (22/02/2024).
Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sampai 31 Januari 2024 cukup baik. Pada akhir Januari 2024 PNBP tercatat sebesar Rp 43,3 triliun atau 8,8% dari target APBN 2024.
“Kalau kita lihat dibandingkan 2023 per tanggal 31 Januari, tahun lalu kita mengumpulkan Rp 45,7 triliun,” ujar dia.
Baca Juga
Di Tengah Pemilu dan Gejolak Global, APBN Januari 2024 Surplus Rp 31,3 Triliun
Penurunan penerimaan ini terjadi karena moderasi harga komoditas yang lebih rendah seperti minyak dan batu bara.
Kinerja PNBP masih ditopang oleh kinerja sektor migas dan nonmigas. Sektor migas menyumbang Rp 9,5 triliun atau 8,7% dari target APBN.
“Ini yang tadi saya sampaikan terkait harga migas sedikit mengalami penurunan di ICP dan lifting minyaknya,” ucap dia.
Sementara itu, sektor nonmigas mencatatkan Rp 9,4 triliun atau 9,7% dari target APBN. Angka ini lebih rendah dibanding capaian periode yang sama di tahun lalu yang mencapai Rp 14,6 triliun.
Baca Juga
Sambut Transisi Pemerintahan, BUMN Patok Dividen Rp 85 Triliun di 2024
“Terjadi karena penurunan harga batu bara dan harga batu bara acuan (HBA) itu tereduksi hingga 80,8% dan pelandaian tingkat volume produksi batu bara di Januari 2024 yang hanya 93,6% dari volume produksi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata dia.
Adapun PNBP Lainnya terbukukan Rp 15,9 triliun atau 13,8% dari target APBN. Ini disumbang kenaikan pendapatan tahun anggaran yang lalu dan denda.
“Sementara itu pendapatan BLU (Badan Layanan Umum) terkumpul Rp 1,7 triliun. Ini karena adanya pendapatan layanan rumah sakit dan layanan pendidikan,” kata dia.
Sementara itu, BLU dari Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit belum mendapat pengesahan.
Baca Juga
Setoran Dividen Bank BUMN Jadi 'Back Bone' PNBP Kekayaan Negara yang Dipisahkan

