Utang Pemerintah Tercatat Rp 8.444,87 Triliun per Juni 2024, Dekati Level 40% PDB
JAKARTA, investortrust.id – Total utang outstanding pemerintah meningkat menjadi Rp 8.444,87 triliun hingga akhir Juni 2024. Angka tersebut sesuai dengan dokumen anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) edisi Juli 2024.
“Ditinjau dari posisi utang pemerintah yang outstanding, jumlah utang pemerintah per akhir Juni 2024 tercatat Rp 8.444,87 triliun,” tulis dokumen tersebut diakses investortrust.id, Selasa (30/7/2024).
Nilai utang ini setara dengan 39,13% dari PDB. Posisi utang pada Juni 2024 ini mendekati posisi utang pemerintah pada akhir Desember 2023 mencapai 39,12% dari PDB.
Baca Juga
Batas aman rasio utang pemerintah yaitu 60% dari PDB. Batas aman ini tertuang dalam pasal 12 ayat 3 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara.
“Defisit anggaran dimaksud dibatasi maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto. Jumlah pinjaman maksimal 60% dari Produk Domestik Bruto,” bunyi pasal tersebut.
Utang pemerintah pada akhir Juni 2024 ini tercatat tumbuh 1,09%, dibanding posisi terakhir pada Mei 2024 yang sebesar Rp 8.353,02 triliun.
Dokumen Kementerian Keuangan tersebut menyebut kebijakan umum pembiayaan utang dengan mengoptimalkan sumber pembiayaan dalam negeri dan memanfaatkan utang luar negeri sebagai pelengkap. Mayoritas utang pemerintah berasal dari dalam negeri dengan proporsi 71,12%.
Baca Juga
Inflasi akan Makin Menjadi karena Utang Pemerintah dan Deglobalisasi
“Sementara berdasarkan instrumen, komposisi utang pemerintah sebagian besar berupa SBN yang mencapai 87,85%,” tulis dokumen tersebut.
Dari total SBN yang diserap, proporsi SBN domestik menguasai sebesar 70,67%. Sementara SBN valas sebesar 17,18% dan pinjaman sebesar 12,15%.
“Pasar SBN yang efisien akan meningkatkan daya tahan sistem keuangan Indonesia terhadap guncangan ekonomi dan pasar keuangan,” tulis dokumen tersebut.
Pemerintah mengutamakan pengadaan utang dengan jangka waktu menengah-panjang dan melakukan pengelolaan portofolio utang secara aktif. Per akhir Juni 2024, profil jatuh tempo utang pemerintah terhitung cukup aman dengan rata-rata tertimbang jatuh tempo (average time maturity/ATM) di 7,98 tahun.

