Layanan QRIS akan Diperluas ke Negara Mana?
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta memastikan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) cross-border akan diperluas ke berbagai negara, dalam waktu dekat. Ia berujar perluasan layanan tersebut dilatarbelakangi meningkatnya permintaan penggunaan QRIS oleh masyarakat.
Ia mengungkap dalam waktu dekat layanan cross-border akan diperluas ke negara-negara seperti Korea Selatan (Korsel), India, Jepang, dan Uni Arab Emirat (UAE). "Tunggu tanggal mainnya, nanti teman-teman bisa membeli tteokbokki, sushi, dengan (menggunakan) QRIS," kata Filianingsih, dalam konferensi pers di kantor BI, Rabu (17/7/2024).
Baca Juga
Ia menjelaskan, BI pada Senin (15/7/2024) menjalin kerja sama dengan Bank of Korea (BoK) melalui penandatanganan nota kesepahaman terkait pembayaran QR code. Penandatanganan kerja sama itu dilakukan di Penang, Malaysia, oleh Gubernur BI Perry Warjiyo bersama Gubernur BoK Ree Chang-yong.
Menurut Filianingsih, BI mencatat ada tren peningkatan penggunaan pada QRIS cross-border yang terus berlanjut. Sampai saat ini, QRIS cross-border telah berjalan di Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Baca Juga
Deputi Gubernur BI itu membeberkan layanan QRIS cross-border antara Indonesia dengan Thailand mengalami peningkatan transaksi sebesar 13% (m-t-m). Ia berujar, volume terbesar ada di area DKI Jakarta dan Jawa Barat.
"Ini saya bicara yang inbound, dari turis asing ke Indonesia," ucapnya.
Dengan Singapura-Malaysia
Kemudian untuk Singapura, layanan QRIS tercatat mengalami peningkatan transaksi sebesar 28% (m-t-m), dengan volume tertinggi berada di Jakarta dan Riau. Dengan Malaysia, BI mencatat peningkatan transaksi QRIS cross-border mencapai 8% dan volume terbesar tercatat di Jakarta serta Jawa Barat.
"Sementara kalau outbond, artinya turis Indonesia yang ke negara itu, ke Thailand peningkatan 9% (m-t-m), Malaysia 4% (m-t-m), dan ada sedikit penurunan di Singapura 12% (m-t-m)," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo membeberkan transaksi QRIS secara keseluruhan tumbuh 226,54% (year on year). Disampaikan Perry, QRIS mencatatkan jumlah pengguna mencapai 50,5 juta dan merchant 32,71 juta.
"Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan II-2024 tetap kuat, didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal," ujar Perry.
Selain QRIS, transaksi BI-RTGS tercatat meningkat 13,42% (yoy) sehingga mencapai Rp 42.008,08 triliun. Dari sisi ritel, volume transaksi BI-FAST tumbuh positif 67,79% (yoy) mencapai 785,95 juta transaksi.
"Transaksi digital banking tercatat 5.363,00 juta transaksi atau tumbuh sebesar 34,49% (yoy). Sementara transaksi Uang Elektronik (UE) tumbuh 39,24% (yoy) mencapai 3.958,53 juta transaksi," imbuhnya.

