Terbitkan Obligasi Global, Saudi Aramco Incar Dana Rp 48,87 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan raksasa migas Saudi Aramco akan menerbitkan obligasi global lagi setelah jeda tiga tahun. Dari surat utang ini, perusahaan andalan Arab Saudi itu mengincar dana sebesar US$ 3 miliar atau setara Rp 48,87 triliun.
Dilansir Reuters, Rabu (10/7/2024), sebuah dokumen dari salah satu bank yang mengerjakan kesepakatan itu menunjukkan Aramco menawarkan obligasi yang jatuh tempo dalam 10, 30, dan 40 tahun. "Waktunya menunjukkan Aramco mengambil keuntungan dari jendela terakhir menjelang likuiditas musim panas," kata Zeina Rizk, kepala pendapatan tetap di Amwal Capital Partners.
Baca Juga
Perusahaan dan pemerintah Teluk telah mengumpulkan dana di pasar utang tahun ini, untuk mengambil keuntungan dari kondisi pasar yang menguntungkan. Eksportir minyak utama Arab Saudi itu melepaskan US$ 12 miliar obligasi berdenominasi dolar pada bulan Januari dan US$ 5 miliar dalam sukuk, atau obligasi Islam, pada Mei
Selain itu, Aramco terakhir mengetuk pasar utang global pada tahun 2021, dengan meraup US$ 6 miliar dari sukuk tiga tahap dan kemungkinan akan menerbitkan lagi obligasi tersebut tahun ini. Citi, Goldman Sachs International, HSBC, JPMorgan Chase, Morgan Stanley, dan SNB Capital telah ditunjuk sebagai bookrunner untuk penjualan obligasi Aramco.
Memicu Kemakmuran
Aramco telah lama menjadi 'sapi perah' bagi negara Arab Saudi, yang memicu kemakmuran selama beberapa dekade. Perusahaan mengharapkan untuk mendeklarasikan US$ 124, 3 miliar dalam bentuk dividen untuk tahun 2024, yang sebagian besar diberikan kepada pemerintah Saudi.
Baca Juga
Fantastis, Saudi Aramco Tebar Dividen Rp 1.515 Triliun, Meski Laba Anjlok 25%
Bulan lalu, raksasa migas itu memberikan kontrak senilai US$ 25 miliar untuk rencana ekspansi gasnya, akan membeli 10% Renault dan Geely's, membuka usaha patungan mesin termal tab baru Horse Powertrain, dan mengumumkan kesepakatan yang tidak mengikat dengan perusahaan energi AS Sempra untuk membeli gas alam cair.
"Penjualan obligasi Aramco kemungkinan merupakan indikasi perusahaan akan terus mengejar akuisisi secara agresif," kata seorang analis di EFG Hermes bernama Yousef Husseini.
Sebagian dari dividen Aramco juga masuk ke Dana Investasi Publik, dana kekayaan negara kerajaan Saudi yang mengarahkan tujuannya untuk menyapih ekonomi dari minyak yang memiliki porsi 16%.

