Kasus Data Bocor Indonesia Muat No Identitas, Kali Ini Pemkot Semarang Kebobolan
JAKARTA, investortrust.id - Kabar mengenai kebocoran data di Indonesia seperti tiada hentinya. Kali ini, data Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah, bocor dan diunggah di dark web.
Informasi mengenai kebocoran data Pemkot Semarang disampaikan oleh akun X (d/h Twitter) @FalconFeedsio. Akun tersebut mengungkapkan adanya kebocoran pada peladen (server) yang digunakan untuk situs semarangkota.go.id pada Rabu (26/6/2024) dini hari.
“Pembobolan kembali terjadi di Indonesia: kebocoran database Pemerintah Kota Semarang dibocorkan oleh AngelGF di BreachForums Pemerintah Kota Semarang (semarangkota.go.id). Basis data Pemerintah Kota Semarang telah bocor, menandai pembobolan data yang signifikan di Indonesia,” demikian cuitan akun tersebut yang dikutip pada Rabu (26/6/2024).
Baca Juga
OJK Sebut Industri Paylater Punya Prospek Cerah di Masa Depan
Informasi Sensitif
Akun X @FalconFeedsio terbilang sering mengungkap serangan siber terhadap instansi pemerintah dan perusahaan yang ada Indonesia sepanjang Juni 2024. Akun tersebut mengungkapkan kebocoran data Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri yang kemudian dijual dengan harga US$ 1.000 atau sekitar Rp 16,3 juta (kurs Rp 16.377/US$).
Kemudian akun @FalconFeedsio juga mengungkapkan kebocoran data Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Data intelijen kemiliteran itu diunggah oleh peretas yang mengaku sebagai MoonzHaxor di situs BreachForum.
Baca Juga
Porsi Kredit ke UMKM Baru 7,3%, BI: Inovasi Pembiayaan Digital Solusinya
Bocornya data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun tak luput dari pantauan akun @FalconFeedsio. Akun tersebut mengungkapkan kebocoran data 30.000 pegawai Kemenhub, yang berisi informasi sensitif seperti nomor identitas, nama, jenis kelamin, lokasi, alamat surel, dan foto.

