Kapan BLT Mitigasi Risiko Pangan Dicairkan? Begini Jawaban Pemerintah
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) mitigasi risiko pangan berpotensi dilanjutkan setelah dituntaskan penelaahan postur APBN 2024.
“Kita masih lihat seluruh postur APBN 2024 untuk menentukan pencairan lebih lanjut,” kata Airlangga ditemui di kantornya, Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/4/2024).
Baca Juga
Terkuak di Sidang MK, Ini Alasan BLT Mitigasi Risiko Pangan Tak Kunjung Cair
Meski demikian, pemerintah memastikan anggaran untuk BLT mitigasi risiko pangan sudah tersedia. “Tidak ada kendala. Anggaran pasti ada,” kata dia.
BLT mitigasi risiko pangan dikenalkan Airlangga pada Januari 2024 selepas high level meeting tim pengendalian inflasi pusat. BLT ini difungsikan untuk menggantikan BLT El Nino.
BLT mitigasi risiko pangan ditargetkan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) untuk mengatasi krisis pangan di masyarakat. Airlangga menyebut BLT mitigasi risiko pangan menggunakan anggaran sebesar Rp 11,25 triliun melalui pagu anggaran bansos di Kementerian Sosial.
Baca Juga
Airlangga Sebut BLT Mitigasi Risiko Pangan Cair Sebelum Lebaran 2024
Saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), Airlangga menjelaskan, BLT mitigasi risiko pangan akan dicairkan pada semester-I 2024. “Pada 2024, terdapat BLT mitigasi kenaikan harga pangan yang ditargetkan realisasinya pada semester-I 2024,” kata dia.
BLT mitigasi risiko pangan digulirkan untuk memitigasi kenaikan harga pangan dunia yang terus melonjak. Pemberi BLT mitigasi risiko pangan ditargetkan mendapat bantuan secara rapel tiga bulan sebesar Rp 600 ribu.

