Pelemahan Rupiah Momentum Perkuat Masuknya DHE SDA
JAKARTA, investortrust.id - Pelemahan rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) menjadi momentum untuk memperkuat masuknya devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) ke dalam negeri.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menyebut di tengah tekanan rupiah ini pemerintah perlu memperkuat untuk memaksimalkan penempatan DHE SDA ke term deposit (TD) valas.
“Perlu ada penguatan dan monitoring agar eksportir dapat menempatkan DHE pada instrumen keuangan yang tercantum dalam peraturan mengenai DHE tersebut,” kata Josua kepada investortrust.id, Selasa (23/4/2024).
Sementara itu, pemerintah telah menetapkan instrumen moneter TD Valas DHE berlaku sejak 1 Maret 2023. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2023 tentang DHE dari kegiatan penguasaan, pengelolaan dan/atau pengolahan SDA yang minimal penempatan dananya sebesar 30%.
Baca Juga
Dampak Ketidakpastian Global, Ekonom Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Berada di Kisaran Ini
Aturan ini bertujuan untuk mendorong eksportir menyimpan DHE di dalam negeri, yang pada akhirnya mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat perekonomian domestik.
Tim Asistensi Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Raden Pardede mengatakan kuatnya dolar AS menyimpan sisi positif bagi ekspor. “Ke ekspor kan mestinya positif. Kalau kurs itu kan berdampak positif terhadap ekspor, yang menjadi berdampak negatif itu ke impor,” kata Raden kepada awak media, Selasa (23/4/2024).
Raden mengatakan dalam kondisi geopolitik yang tajam seperti saat ini biasanya akan muncul efek positif ke perdagangan. Ini terlihat dari masih kompetitifnya ekspor.
“Rupiah melemah, impor kita menurun. Jadi trade balance kita nanti justru bisa jadi surplus,” kata dia.
Baca Juga
Pemerintah Sebut Sektor Pertambangan Sumbang DHE SDA Sekitar 59%-75%
Meski demikian, penguatan dolar juga perlu dilihat mengingat beberapa sektor manufaktur menggunakan bahan mentah impor. “Dalam situasi seperti ini, mencari balance itu lah yang jadi pekerjaan sulit buat pemerintah,” kata dia.
Opsi Perluas Kebijakan Insentif DHE SDA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus membuka opsi memperluas kebijakan insentif DHE SDA ini. Meskipun begitu, dia menyebut terdapat beberapa eksportir yang meminta kebijakan-kebijakan tertentu kepada pemerintah terkait penerapan DHE tersebut.
Melihat kemungkinan ini, Airlangga membuka peluang adanya perluasan kebijakan DHE. “Sudah cukup baik terutama yang ekstraktifnya, memang ada beberapa yang minta kebijakan tertentu namun kita masih lihat,” kata dia.
Kebijakan insentif DHE SDA, kata Airlangga, yaitu pemberian kelonggaran pajak bagi eksportir. Dia mengatakan dengan insentif yang diberikan para eksportir diharapkan bisa menempatkan DHE SDA di Indonesia.
“Dengan bunga yang bersaing dengan negara tetangga dan itu dibebaskan dari Pajak Penghasilan (PPH),” kata dia.
Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) berhasil mencatat perolehan Term Deposit (TD) valas Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) sebesar US$ 1,95 miliar per 20 Maret 2023.
“TD Valas DHE posisi per 20 Maret relatif stabil dibandingkan posisi pada bulan lalu, yaitu di sekitar US$ 1,95 miliar,” kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam Konferensi Pers RDG Maret 2024.
Destry menyebutkan bahwa jumlah perusahaan yang sudah menempatkan DHE di dalam negeri melalui instrumen tersebut juga bertambah, yakni sudah mencapai 160 eksportir hingga Februari 2024.

