Menko Perekonomian: 2 Tahun Prabowo-Gibran, Makro Ekonomi Kita Kuat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut selama dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, makro ekonomi Indonesia dalam kondisi yang kuat. Ini ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi pada semester I-2026 yang mencapai 5,45% secara cumulative to cumulative (c-t-c).
“Kondisi makro ekonomi kami sampaikan kepada Bapak Presiden, pertumbuhan ekonomi 5,45% c-t-c tingkat inflasi masih dalam range 2,5% plus minus 1%,” kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Selain itu, Airlangga menyebut PMI Manufaktur Indonesia pada September 2026 masih tercatat ekspansif di angka 52,4. Indeks Keyakinan Konsumen atau IKK juga berada di 118.
“Dan cadangan devisa kita US$ 146 miliar, jadi cukup untuk 6,5 bulan impor,” kata dia.
Kondisi ini dilengkapi dengan Non-Performing Loan (NPL) yang relatif rendah dengan penyaluran kredit mencapai 13%.
Airlangga menjelaskan berbagai program unggulan Prabowo-Gibran juga berjalan baik, di antaranya makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Baca Juga
Menko Airlangga: Investasi KEK Tembus Rp382,1 Triliun, Serap 302.000 Tenaga Kerja
“Kalau dari segi sektor riil Indonesia juga relatif kuat,” kata dia.
Airlangga menjelaskan kondisi pangan Indonesia mumpuni. Ini terlihat dari stok beras yang mencapai di atas 5 juta ton. Nilai Tukar Petani (NTP) juga naik ke 130.
“Atau naik jadi sekitar 30% lah kenaikan pendapatan petani,” ujar dia.
Airlangga menjelaskan bahwa capaian ini terjadi karena kerja sama antarseluruh kementerian/lembaga (K/L). Dia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berjuang bersama-sama menghadapi ketidakpastian ini.
“Karena situasi geopolitik tidak akan berubah, memasuki tahun depan,” ucap dia.
