Menko Airlangga: Investasi KEK Tembus Rp382,1 Triliun, Serap 302.000 Tenaga Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyebutkan realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) secara kumulatif mencapai Rp382,1 triliun sejak kawasan tersebut dibentuk. Investasi tersebut turut menyerap sebanyak 302.000 tenaga kerja dan melibatkan 509 badan usaha.
“Secara kumulatif sejak dibentuk KEK, realisasi investasi senilai Rp382,1 triliun dan serapan tenaga kerja sebesar 302 ribu dan jumlah badan usahanya 509 badan usaha,” ujar Airlangga dalam rapat terkait pengembangan KEK, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).
Ia memaparkan, sepanjang Januari-September 2026, realisasi investasi di KEK mencapai Rp 46 triliun. Investasi tersebut juga mendorong penambahan tenaga kerja sebanyak 53.000 orang. Menurut Airlangga, pengembangan KEK perlu terus dipercepat untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam menarik investasi di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Dia membandingkan pengembangan kawasan ekonomi di Indonesia dengan sejumlah negara di kawasan, seperti Vietnam dan Malaysia. Kedua negara tersebut disebut telah memiliki kawasan ekonomi khusus dengan luas sekitar 1,8 juta hingga 2 juta hektare, sedangkan Indonesia masih sekitar 24.000 hektare.
“Kalau kita lihat size dari negara kita jauh lebih besar. Dan tentunya ini yang menjadi kita untuk mendorong kawasan ekonomi khusus,” terang Airlangga.
Baca Juga
Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus 2024 Capai Rp 90,1 Triliun
Saat ini, Indonesia memiliki 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah, terdiri atas tujuh kawasan di Jawa dan 18 kawasan di luar Jawa. Berdasarkan sektor, KEK tersebut mencakup 13 kawasan industri, enam kawasan pariwisata, dua kawasan kesehatan, satu kawasan digital, dua kawasan teknologi, serta satu kawasan jasa lainnya.
Airlangga menambahkan, pemerintah juga mendorong percepatan ekspansi sejumlah KEK untuk meningkatkan kapasitas investasi dan penyerapan tenaga kerja. Salah satunya KEK Kendal yang memiliki potensi investasi Rp370 triliun dan potensi penyerapan 250.000 tenaga kerja.
Sementara itu, KEK Gresik memiliki potensi investasi Rp264 triliun dengan potensi penyerapan 200.000 tenaga kerja. Kedua kawasan tersebut tengah diarahkan untuk memperluas pengembangan kawasan sehingga membutuhkan dukungan pemerintah, terutama dalam aspek perizinan dan penyediaan lahan.
“Oleh karena itu, dukungan untuk perizinan dan perluasan ketiga KEK ini tentu diperlukan,” imbuh Airlangga.
