Menteri Rosan: Kepastian Layanan Investasi Jadi Kunci Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan investasi demi menciptakan kepastian bagi para pelaku usaha. Kepastian tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam menarik investasi domestik maupun asing untuk mendorong pembukaan lapangan kerja berkualitas di Indonesia.
Menurut Rosan, perbaikan layanan investasi memiliki dampak langsung terhadap perbaikan iklim industri dan perekonomian secara menyeluruh. Kepastian dari segi waktu hingga kejelasan regulasi merupakan parameter krusial yang selalu dicari oleh investor.
"Kepastian ini menjadi salah satu tolak ukur dalam kita berinvestasi. Karena kalau kita ingin berinvestasi, semuanya ingin terukur, terstruktur, dan meminimalkan ketidakpastian. Dengan adanya kepastian baik dari segi waktu maupun pelayanan, tentu ini akan berdampak sangat positif," ujar Rosan pada ajang Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Lebih lanjut, Rosan menggarisbawahi urgensi penyediaan lapangan kerja di tengah laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang pesat. Ia menyampaikan pertambahan penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 2 juta jiwa setiap tahunnya menjadi tantangan nyata yang harus direspon dengan ketersediaan lapangan kerja yang memadai.
"Setiap tiga tahun kita melahirkan satu negara Singapura, sekitar 6 juta orang. Penciptaan lapangan pekerjaan menjadi PR kita bersama, dan investasi adalah salah satu motor utama agar penyerapan tenaga kerja bisa berjalan dengan baik," tegasnya.
Baca Juga
Ajang ALI 2026 ini menjadi puncak dari rangkaian Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) yang telah diselenggarakan sejak April 2026 lalu.
Berdasarkan Peraturan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 2 Tahun 2022, penilaian ALI 2026 mencakup total 571 objek di tingkat pusat maupun daerah. Jumlah tersebut terdiri dari 546 pemerintah daerah dan 25 kementerian/lembaga negara.
Hadir pada ajang tersebut antara lain Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Rini Widyantini, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.
Turut hadir sejumlah kepala daerah antara lain Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.
