BI: Kinerja Penjualan Eceran Juli 2026 Tumbuh
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran pada Juli 2026 tumbuh. Secara tahunan, Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 tercatat sebesar 224,9 atau 1,1% secara tahunan, meningkat dari bulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 3,0% secara tahunan.
Disampaikan Ramdan Denny Prakoso Direktur Eksekutif – Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Kamis (10/9/2026), sejumlah kelompok komoditas mendorong pertumbuhan kinerja penjualan pada periode laporan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tumbuh 2,4% secara tahunan dan kelompok barang lainnya tumbuh 5,3% secara tahunan.
Selain itu, kelompok suku cadang dan aksesori masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,1% secara tahunan.
Meski demikian, secara bulanan kinerja penjualan eceran pada Juli 2026 mencatatkan kontraksi sebesar 0,1% secara bulanan, menurun dari bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 0,7% secara bulanan.
Kinerja penjualan eceran pada periode Juli 2026 masih ditopang oleh kelompok barang budaya dan rekreasi tumbuh sebesar 9,6% secara bulanan, kelompok barang lainnya tumbuh sebesar 8,4% secara bulanan, dan kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya yang tumbuh sebesar 1,6% secara bulanan.
Penurunan secara bulanan pada Juli 2026 dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah.
Secara spasial, kinerja penjualan eceran Juli 2026 diindikasikan meningkat di mayoritas kota cakupan survei, baik secara tahunan maupun bulanan. Secara tahunan, penjualan eceran di mayoritas kota tumbuh lebih tinggi, terutama di Medan tumbuh 14,3% secara tahunan, Bandung tumbuh 9,1% secara tahunan dan Manado tumbuh 22,3% secara tahunan.
Baca Juga
Survei BI: Meski Terkontraksi, Kinerja Penjualan Eceran Riil Juni 2026 Stabil
Selanjutnya, secara bulanan, mayoritas kota mencatatkan peningkatan penjualan eceran, khususnya di Jakarta dan Manado yang terakselerasi dari sebelumnya terkontraksi masing-masing sebesar 5,4% secara bulanan dan 1,1% secara bulanan pada Juni 2026. Pada Juli 2026 ini, penjualan eceran di Jakarta tumbuh menjadi 0,3% secara bulanan dan di Manado tumbuh sebesar 4,1% secara bulanan.
BI memperkirakan kinerja penjualan eceran ini akan berlanjut pada Agustus 2026. Secara tahunan, IPR Agustus 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 0,5% secara tahunan.
Kinerja penjualan tersebut terutama ditopang oleh kelompok suku cadang dan aksesori yang diperkirakan tumbuh 10,1% secara tahunan dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang diperkirakan tumbuh 0,7% secara tahunan.
Di sisi lain, beberapa kelompok mengalami perbaikan kinerja meskipun masih dalam fase kontraksi terutama pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi yang terkontraksi 1,7% secara tahunan dan kelompok barang budaya dan rekreasi terkontraksi 1,2% secara tahunan.
Selanjutnya, secara bulanan kinerja penjualan eceran pada Agustus 2026 diperkirakan relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan kelompoknya, kelompok peralatan informasi dan komunikasi tumbuh 2,5% secara bulanan, kelompok bahan bakar kendaraan bermotor tumbuh sebesar 2,3% secara bulanan dan kelompok suku cadang dan aksesoris tumbuh sebesar 0,8% secara tahunan.
Proyeksi peningkatan ini ditopang kinerja penjualan sejalan dengan tetap terjaganya permintaan pada periode peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia.
