Kinerja Penjualan Eceran Maret 2026 Diproyeksi Meningkat Secara Bulanan dan Tahunan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan Indeks Penjualan Riil (IPR) Pada Maret 2026 akan meningkat secara tahunan dan bulanan. Berdasarkan proyeksi BI, IPR maret 2026 diperkirakan akan mencapai 254,2 atau tumbuh 2,4% secara tahunan. Angka pertumbuhan tersebut lebih rendah dari periode sebelumnya yang tumbuh 6,5% secara tahunan.
Cakupan kelompok yang tercatat menopang pertumbuhan penjualan di antaranya kelompok suku cadang dan aksesoris dengan indeks 162 atau tumbuh 11,3% secara tahunan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memiliki indeks sebesar 364,7 atau tumbuh 4% secara tahunan. Sementara itu, barang budaya dan rekreasi tumbuh 1,7% secara tahunan dengan indeks sebesar 60,8.
Secara bulanan, IPR Maret 2026 diperkirakan melanjutkan tren peningkatan dengan pertumbuhan mencapai 9,3% secara bulanan. Angka IPR Februari 2026 tercatat tumbuh 4,1%.
Mayoritas kelompok yang mencatatkan penngkatan dan dorongan kinerja penjualan eceran terutama pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi sebesar 8,1% secara bulanan, kelompok bahan bakar kendaraan bermotor meningkat 6,4% secara bulanan, dan subkelompok sandang dengan pertumbuhan 18,6% secara bulanan.
Baca Juga
“Peningkatan sejalan dengan permintaan saat Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Idul Fitri 1447 Hijriah,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Senin (13/4/2026).
Ke depan, responden memperkirakan penjualan eceran pada 3-6 bulan mendatang akan meningkat. Ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Mei dan Agustus 2026 yang tercatat sebesar 147,2 dan 162,4. Angka tersebut lebih tinggi dari 146,7 dan 149,1 pada April dan Juli 2026.
Peningkatan IEP pada Mei didorong meningkatnya aktivitas masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Iduladha, Kenaikan Yesus Kristus, dan Waisak. Sementara itu, kenaikan IEP Agustus 2026 didorong oleh perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) dan tahun ajaran baru.
Dari sisi harga, inflasi tiga bulan mendatang diperkirakan akan meningkat. Sementara itu, inflasi pada Agustus 2026 diproyeksikan akan relatif stabil.

