Pemerintah Masih Kaji Pemberian Insentif Kendaraan Listrik di Semester II-2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut pemerintah tengah mengkaji stimulus untuk kendaraan listrik. Rencananya stimulus yang diberikan tidak hanya untuk kendaraan listrik, tetapi juga berhubungan dengan rencana pembangunan atau pembuatan motor listrik nasional.
“Ini masih dalam pembahasan antarkementerian teknis,” kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga
Pemerintah Bakal Beri Insentif 40% - 100% PPN DTP untuk Kendaraan Listrik
Airlangga mengatakan anggaran untuk stimulus tersebut sudah tersedia. Akan tetapi, pemerintah memiliki pertimbangan mengenai dampak dari stimulus tersebut yaitu peningkatan kemampuan produksi kendaraan listrik nasional dan peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
“Sekaligus menyiapkan bahwa kita sedang menyiapkan ekosistem motor listrik maupun EV (electric vehicle),” kata dia.
Airlangga menjelaskan pemerintah tengah mempersiapkan ekosistem baterai kendaraan listrik. Diharapkan baterai kendaraan listrik memiliki kandungan TKDN yang lebih tinggi.
“Di mana cost of battery adalah 60%, tinggal skemanya, apakah skema baterai swap atau itu menjadi bagian dari integrasi dari kendaraan,” kata dia.
Selain itu, Airlangga menyebut pemerintah akan memberikan insentif untuk menghadapi El Nino terutama di sektor pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah waktu menghadapi kemarau yaitu pompanisasi.
“Tentu insentif yang diberikan nanti sesuai dengan kementerian/lembaga yang terkait. Pemerintah tentu akan menyiapkan anggaran yang diperlukan untuk itu,” ujar dia.
Secara terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pemerintah masih mendiskusikan anggaran insentif untuk El Nino ini. Yang pasti, katanya, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Kemenkeu untuk mengalokasikan anggaran insentif tersebut.
“Tapi Pak Presiden sudah memerintahakan menyiapkan (anggaran) untuk program itu. Nanti saya tunggu dari kementerian terkait seperti apa proposalnya,” kata Purbaya.
Stimulus Perekonomian untuk Semester II-2026
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 26,34 triliun. Anggaran tersebut disebar ke beberapa stimulus, salah satunya bantuan pangan untuk 33,24 juta penerima manfaat.
“Kita akan berikan beras 10 kilogram, tujuannya adalah untuk menekan inflasi,” kata dia.
Kemudian, pemerintah juga memberikan insentif untuk transportasi saat liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemerintah bakal memberikan diskon sebesar 30% untuk angkutan laut dan tiket kereta api (KA), bebas tarif jasa kepelabuhan, dan pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) tiket pesawat ekonomi.
Pemerintah, kata Airlangga, juga melanjutkan program magang dan pelatihan vokasi untuk mendorong serapan tenaga kerja formal. Berdasarkan catatannya, program magang diikuti 150.000 generasi Z selama enam bulan dan sesudahnya enam bulan dipersilahkan bekerja di perusahaan tersebut atau mencari pekerjaan lain. Pemerintah memberikan upah terhadap peserta magang ini.
“Dari hasil yang kemarin dari evaluasi, 60% dari yang ikut program magang itu diterima di perusahaan di tempat mereka magang,” kata dia.
Baca Juga
Stimulus Transportasi Semester II-2026 Lampaui Target, Penumpang Kereta Tembus 110%
Selain itu, Airlangga menerangkan bahwa Garuda Indonesia juga memberikan program tiket gratis bagi wisatawan mancanegara (wisman) round trip untuk 33 destinasi wisata. Ditargetkan terdapat 178.000 wisman dalam program ini. Langkah ini diharapkan menjadi salah satu cara menarik turis datang ke Tanah Air.
“Untuk mendukung event internasional seperti MotoGP di Mandalika, Borobudur Marathon, dan berbagai event termasuk konser musik,” kata dia.
Selain itu, Airlangga menerangkan bahwa maskapai nasional Transnusa menandatangani MoU dengan Tailan tentang rute penerbangan Bangkok ke Jakarta dan Phuket ke Denpasar. Tak hanya dengan Tailan, pemerintah juga membuka rute kesempatan bagi Belarusia untuk terbang langsung ke destinasi pariwisata di Indonesia.
“Sehingga dengan demikian, diharapkan bisa terjadi peningkatan (wisman),” ujarnya.

