Sambangi Kediaman Cak Imin, Bos PNM Bahas Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Kindaris, mendatangi kediaman Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu (5/8/2026). Pertemuan ini memperkuat sinergi antara pemerintah dan BUMN untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menko PM Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa penanganan kemiskinan saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan bantuan atau perlindungan sosial pasif. Pemerintah memfokuskan strategi pada program pemberdayaan yang berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kemandirian warga.
"Pemberdayaan harus menjadi jalan utama agar masyarakat mampu berkembang, memperkuat usahanya, meningkatkan pendapatan, dan akhirnya naik kelas secara ekonomi. Karena itu, sinergi semua pihak menjadi sangat penting," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin saat menerima audiensi jajaran pimpinan PNM tersebut, dikutip dari keterangan tertulis.
Baca Juga
Kabar Gembira! Pemerintah Siapkan Regulasi Buat Pangkas Bunga Pinjaman PNM Mekaar Jadi 8%
Sebagai kementerian koordinator, Kemenko PM terus menggalang kolaborasi lintas sektor—mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, hingga dunia usaha—guna membangun ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi.
Cak Imin menilai PNM memegang peranan kunci dalam ekosistem ini. Lembaga pembiayaan BUMN tersebut tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga secara konsisten mendampingi dan memberikan pelatihan kapasitas usaha bagi para pelaku usaha mikro dan ultra mikro.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh agenda strategis Kemenko PM. Menurutnya, fokus PNM tetap pada penguatan ekonomi keluarga dan pemberdayaan pelaku usaha di tingkat akar rumput.
"Kolaborasi dengan Kemenko PM akan semakin memperkuat efektivitas program pemberdayaan dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan," tutur Kindaris.
Melalui penguatan kerja sama ini, akses terhadap pembiayaan produktif, pelatihan keterampilan, dan pendampingan usaha secara berkelanjutan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, sekaligus mengakselerasi target Indonesia bebas dari kemiskinan.

