Menkeu Purbaya Terbang ke China, Indonesia Tawarkan Panda Bond
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa direncanakan akan menjalani kunjungan ke China, pada Selasa (16/6/2026). Dalam lawatannya, Purbaya akan menawarkan obligasi negara bernama Panda Bond.
“Itu ketemu investor dan bahas Panda Bond,” kata Purbaya, saat ditanya tentang perjalanannya ke China, dikutip Selasa (16/6/2026).
Purbaya masih enggan menyebut target dari penerbitan surat utang negara ini. “Belum, saya pikir akan banyak,” kata dia.
Baca Juga
Obligasi Diborong Investor Global, Danantara Terima Dana Segar 26,5 Triliun pada 18 Juni 2026
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (PPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suminto mengatakan perjalanan ke China sebagai bagian pemutakhiran informasi untuk investor atau investor update. Kegiatan semacam ini reguler dilakukan sebelum penerbitan surat utang.
“Apalagi ini kan mau penerbitan pertama ya,” ujar Suminto.
Suminto mengatakan penerbitan Panda Bond akan memperhatikan kondisi di pasar. Rencananya rilis Panda Bond akan terjadi pada akhir Juni atau awal Juni 2026.
Saat dikonfirmasi, Suminto menyebut kesempatan ini akan dilakukan pertemuan dengan investor-investor institusi besar di China. Sejauh ini lebih dari 15 investor institusi sudah terkonfirmasi hadir, di antaranya Agricultural Bank of China, Zhongou Asset Management, ICBC Wealth Management, Minsheng Tonghui AMC, CITIC-Prudential Life Insurance Company, Bank of China Wealth Management, China Exim Bank, Harvest Fund Management.
Melalui pertemuan ini, nantinya Menteri Keuangan akan menyampaikan update mengenai perkembangan terkini kebijakan dan kinerja perekonomian Indonesia sekaligus mendapatkan umpan balik (feed back) dari investor mengenai penerbitan Panda Bond, misalnya tentang preferensi tenor dari investor.
Pada April 2026, Presiden Prabowo Subianto telah meminta Kementerian Keuangan untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan global. Salah satu langkah yang dibahas adalah rencana penerbitan Panda Bond di China.
Baca Juga
Obligasi Global Perdana Danantara Laris Manis, Orderbook Tembus US$ 4,6 Miliar
Saat bertemu dengan Menteri Keuangan China, Purbaya menyebutkan, pembahasan berlangsung intensif dan mendapat respons positif, terutama terkait potensi biaya dana yang lebih rendah. “Dia setuju dan bunganya China itu murah cuma 2,3%, jadi bisa menekan cost of capital kita,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Menurut Purbaya, China juga menawarkan penerbitan surat utang di Indonesia sebagai bentuk hubungan timbal balik. Ia menilai kerja sama ini wajar mengingat China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia.
“Jadi China adalah mitra dagang terbesar kita, jadi pada pembicaraan itu hasilnya sangat positif,” ujarnya.
