Inflasi Mei 2026 Capai 0,28%, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya inflasi Mei 2026 sebesar 0,28% secara bulanan, 3,08% secara tahunan (year on year/yoy), dan 1,35% secara tahun kalender (year to date/ytd).
“Pada Mei 2026 terjadi inflasi sebesar 0,28% secara bulanan atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,09 menjadi 111,4 pada Mei 2026,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Sementara itu, jika menggunakan periode tahunan, terjadi kenaikan IHK dari 108,07 pada Mei 2025 menjadi 111,4 pada Mei 2026.
Pudji mengatakan inflasi bulanan pada Mei 2026 berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Inflasi dari kelompok ini sebesar 0,39% dengan andil inflasi sebesar 0,12%. Kelompok ini juga mempengaruhi inflasi secara tahunan dengan nilai inflasi 4,94% dengan andil 1,43%.
Komoditas yang mendorong inflasi pada kelompok ini, yaitu cabai merah dengan andil inflasi 0,08%, minyak goreng dan bawang merah dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,04%, tomat dengan andil inflasi 0,03%, dan beras dengan andil inflasi 0,02%.
Baca Juga
Pasar Obligasi Global Bergejolak Dipicu Inflasi dan Konflik Timur Tengah
Inflasi yang terjadi pada cabai merah karena adanya penurunan produksi cabai merah di sentra produksi Garut Jawa Barat, Temanggung Jawa Tengah, dan Malang Jawa Timur.
Inflasi bawang merah juga terjadi karena penurunan produksi panen bawang merah karena serangan organisme penganggu tumbuhan, kekeringan, dan perubahan cuaca ekstrem. Penurunan panen bawang merah terpantau di Sampang Jawa Timur serta Pati dan Demak, Jawa Tengah. Permintaan produk holtikultura, seperti tomat mengalami peningkatan di baberapa daerah jelang Iduladha 1447 Hijriah.
Sementara itu, komoditas lain yang memberikan inflasi, yaitu bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi 0,03%. Selain itu, bensin dan tarif angkutan udara dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02%.
“Terdapat juga komoditas yang memberikan andil inflasi pada Mei 2026, yaitu daging ayam ras dengan andil deflasi 0,06%, emas perhiasan dengan andil deflasi sebesar 0,06%, telur ayam ras dengan andil deflasi 0,05%” ujar dia.
Pudji mengatakan, seluruh komponen mengalami inflasi. Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,22% dengan andil terhadap inflasi bulanan sebesar 0,14%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen ini, di antaranya minyak goreng, telepon seluler, laptop, pelumas atau oli mesin, nasi dengan lauk, dan pemeliharaan.
Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,52% dengan andil terhadap inflasi bulanan sebesar 0,1%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yaitu bahan bakar rumah tangga, bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin (SKM), dan solar.
Baca Juga
Harga Emas Naik 1%, Harapan Damai Iran Redakan Tekanan Inflasi
BPS mencatat komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,22% dengan andil sebesar 0,04%. Komoditas yang turut mendorong harga bergejolak yaitu cabai merah, bawang merah, tomat, beras, dan sawi hijau.
Berdasarkan wilayah, terdapat 31 provinsi yang mengalami inflasi dan 7 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Maluku yaitu sebesar 0,93% secara bulanan. Adapun, deflasi terdalam terjadi di Gorontalo dengan deflasi sebesar 0,96% secara bulanan.

