Kejar Target Pertumbuhan 8%, Pemerintah dan Kadin Perkuat Sinergi Ekspor-Investasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perdagangan dengan tema "Optimasi Perdagangan Domestik dan Internasional serta Akselerasi Investasi Strategis Menuju Target Pertumbuhan Ekonomi 8%". Acara tersebut berlangsung di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada Kamis (30/4/2026).
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memacu kinerja ekspor serta menjaga pertumbuhan pasar dalam negeri.
"Jadi hari ini Rakornas bidang perdagangan ya. Jadi kita terus kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, dalam hal ini Kadin dan seluruh asosiasi. Bagaimana pertama kita ekspor kita terus meningkat ya dari beberapa komoditas, dan juga bagaimana pasar dalam negeri tetap terus tumbuh," ujar Budi Santoso.
Mendag menambahkan bahwa sinergi ini akan melibatkan jaringan Kadin hingga ke tingkat daerah untuk memastikan seluruh program pemerintah berjalan efektif.
"Jadi kita banyak program yang nanti bisa kita sinergikan baik dengan Kadin pusat maupun dengan Kadin provinsi dan juga kabupaten kota ya. Jadi kita bareng-bareng kita tingkatkan ekspor kita, kita tingkatkan daya saing kita, dan tentu pasar di dalam negeri supaya terus tumbuh dengan harapan yang kita inginkan bersama," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyambut baik arahan tersebut dengan menekankan tiga poin krusial, yakni stabilitas perdagangan antarprovinsi, ekspansi pasar global, dan penguatan investasi.
Baca Juga
Perkuat Sinergi Ekonomi, Kadin Indonesia Gelar Audiensi Strategis dengan Dewan Ekonomi Nasional
"Pertama bagaimana perdagangan dalam negeri supaya juga ada stabilitas. 38 provinsi bisa berdagang satu sama lain karena tidak semuanya menghasilkan hal yang sama. Jadi ini bisa menjadi ketahanan ekonomi sendiri," jelas Anindya.
Terkait perdagangan luar negeri, Anindya mengapresiasi upaya pemerintah dalam membuka akses pasar baru di tengah tekanan ekonomi global.
"Pak Menteri dan pemerintah berjuang keras dalam membuka pasar dari yang sudah ada Amerika, tapi juga Uni Eropa, Kanada, Eurasia, dan lain-lain. Nah ini kita melihat terus kita mesti manfaatkan apalagi bisa menghasilkan devisa pada saat Rupiah tentunya seperti mata uang lain dalam tekanan," ungkapnya.
Lebih jauh, Anindya menyoroti capaian investasi kuartal pertama tahun 2026 yang mencapai Rp 500 triliun sebagai motor penggerak perdagangan.
"Dan yang terakhir juga investasi. Kita mengetahui investasi di kuartal satu tumbuh pesat 500 triliun dan ternyata memang rata-rata investasi itu adalah satu miliar rupiah yang artinya teman-teman di daerah bisa terus terinspirasi dan melakukan investasi agar supaya terjadi pertumbuhan ekonomi. Saya rasa ini adalah yang sangat penting karena ujung-ujungnya adalah perdagangan. Kita berinvestasi untuk bisa berdagang, itu tentu akan menghasilkan kekuatan lainnya seperti konsumsi domestik" pungkas Anindya.

