Naikkan Harga Tiket Laga Final Piala Dunia 2026, FIFA Banjir Kecaman
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – FIFA kembali menjadi sorotan setelah menaikkan harga tiket final Piala Dunia 2026 secara signifikan dalam fase penjualan terbaru yang sempat terganggu masalah teknis.
Setelah fase kualifikasi berakhir, 48 negara resmi menjadi anggota kontingen Piala Dunia 2026. Dengan format baru yang melibatkan banyak tim, Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah.
Namun, lonjakan harga tiket berpotensi menjadi tantangan tersendiri bagi FIFA dalam menjaga keseimbangan antara komersialisasi dan aksesibilitas bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia. Sebab, di tengah kondisi ekonomi dunia yang tidak stabil, harga tiket menjadi isu utama fans di seluruh dunia.
Baca Juga
Fakta menunjukkan, harga tiket kategori tertinggi untuk partai puncak yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, kini mencapai US$10.990 (Rp174,8 juta), naik dari sebelumnya US$8.680 (Rp138,1 juta).
Kenaikan juga terjadi di kategori lain. Tiket Kategori 2 dibanderol US$7.380 (Rp117,5 juta), meningkat dari US$5.575 (Rp88,8 juta), sementara Kategori 3 naik menjadi US$5.785 (Rp92,1 juta) dari sebelumnya US$4.185 (Rp66,6 juta). Hingga pertengahan pekan, tiket yang tersedia baru mencakup sebagian pertandingan fase grup dan belum menyentuh laga fase gugur.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/hashtag/FIFAWorldCup?src=hash&ref_src=twsrc%5Etfw
FIFA menerapkan sistem harga dinamis dalam penjualan tiket turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Artinya, harga bisa berubah tergantung permintaan. Untuk laga pembuka Amerika Serikat melawan Paraguay, tiket tertinggi dijual US$2.735 (Rp43,5 juta), sementara pertandingan pembuka turnamen antara Meksiko dan Arab Saudi mencapai US$2.985 (Rp47,5 juta).
Proses penjualan juga menuai kritik karena dinilai membingungkan. Banyak calon pembeli harus menunggu lama hanya untuk mengakses situs resmi. Bahkan, sempat terjadi kesalahan tautan yang mengarahkan ke fase penjualan berbeda. FIFA mengakui kendala tersebut dan memastikan sistem kembali normal beberapa jam setelah dibuka.
Sejauh ini, FIFA belum merilis seluruh tiket untuk 104 pertandingan dan akan melepasnya secara bertahap. Ini merupakan fase kelima penjualan setelah sebelumnya melalui beberapa tahap undian dan periode khusus. Untuk pertama kalinya, pembeli kini bisa memilih kursi secara langsung, bukan sekadar mengajukan permintaan kategori tiket.
Kebijakan harga ini memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk anggota Kongres Amerika Serikat yang menilai sistem harga dinamis berpotensi membuat Piala Dunia 2026 menjadi turnamen paling mahal dan sulit diakses oleh banyak penggemar.
Kritik juga datang dari kelompok suporter terkait tingginya harga di pasar penjualan ulang, di mana FIFA mengambil komisi 15 persen dari penjual dan pembeli.
Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan antusiasme luar biasa terhadap turnamen ini. Dia menyebut jumlah permintaan tiket yang masuk setara dengan “permintaan untuk 1.000 edisi Piala Dunia sekaligus,” menandakan besarnya minat publik terhadap ajang tersebut, meskipun belum jelas apakah mayoritas permintaan berasal dari kategori harga terendah.
Baca Juga
Paradoks! 3 Pelatih Italia Ikut Piala Dunia 2026, Gli Azzurri Justru Gagal Lolos

