Gagasan Revolusioner Offside ala Arsene Wenger Akan Dicoba di Kanada
Poin Penting
|
TORONTO, investortrust.id – Gagasan revolusioner Arsene Wenger soal perubahan aturan offside akhirnya memasuki fase uji coba resmi. Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA itu mendorong konsep yang lebih berpihak kepada penyerang, dan idenya akan dites di Liga Premier Kanada mulai April mendatang.
Sejak meninggalkan kursi pelatih Arsenal dan bergabung dengan FIFA pada 2019, Wenger konsisten mengkritik penerapan offside modern yang dinilai terlalu bergantung pada teknologi. Dia menganggap sistem saat ini, yang menggunakan semi-automated offside technology (SAOT), sering menghukum pemain hanya karena perbedaan posisi beberapa milimeter.
Melalui konsep yang dijuluki “daylight rule”, seorang penyerang baru dinyatakan offside jika terdapat jarak yang jelas antara dirinya dan bek terakhir. Artinya, selama masih ada bagian tubuh yang sejajar, gol tidak akan dianulir.
Baca Juga
Chelsea Rajin Kartu Merah, Liam Rosenior Beri Pemain Peringatan Keras
Wenger percaya pendekatan ini akan mengembalikan esensi permainan menyerang sekaligus mengurangi kontroversi akibat keputusan tipis VAR. "Pada 1990 setelah Piala Dunia di Italia, tidak ada gol yang tercipta. Kami memutuskan bahwa tidak ada lagi offside ketika anda berada di garis yang sama dengan bek," ujar Wenger, dilansir goal.com
"Jika ada keraguan, keraguan itu menguntungkan penyerang. Artinya, jika ada selisih sedikit, penyerang mendapatkan keuntungan. Dengan VAR, keuntungan itu hilang dan bagi banyak orang itu sangat menjengkelkan. Itulah mengapa saya mengusulkan bahwa selama bagian tubuh anda berada pada garis yang sama dengan bek, anda tidak offside," tambah Wenger.
Meski mendapat kesempatan diuji, ide tersebut belum sepenuhnya diterima. International Football Association Board (IFAB) belum memberikan persetujuan final. Sementara UEFA sebelumnya menolak penerapan aturan itu di kompetisi Eropa.
Wenger pun menyadari keputusan akhir bukan berada di tangannya. "Kami sedang mengujinya sekarang. Dalam satu tahun, keputusan akan diambil oleh IFAB, bukan oleh saya," ucap Le Professeur.
Kanada dipilih karena dinilai sebagai lingkungan yang ideal untuk eksperimen. Kompetisinya profesional, tapi tidak berada di bawah sorotan sebesar liga-liga top Eropa. Liga Premier Kanada juga tidak menggunakan VAR, sehingga implementasi aturan baru ini sepenuhnya akan bergantung pada keputusan wasit di lapangan.
Baca Juga
Sinyal Perlawanan? Video Viral Timnas Putri Iran Tolak Menyanyikan Lagu Kebangsaan

