Pendiri Primaya Berharap Program MBG Difokuskan untuk Ibu Hamil
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pendiri Primaya Hospital atau PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk, Yos E Susanto mengapresiasi langkah pemerintah membuat program makan bergizi gratis (MBG). Yos punya harapan agar program MBG diarahkan ke ibu-ibu hamil untuk mengatasi stunting.
“Saya melihat, katanya di tahun 2026 itu akan dikaitkan dengan ibu hamil yang benar-benar ekonomi lemah, dapat diberi MBG dan juga anak-anak prasekolah yang dari bayi,” kata Yos saat berkunjung di kantor investortrust.id, Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Menurut Yos, sinergi program MBG dengan penanganan stunting akan berdampak luar biasa. Dia mengkalkulasi stunting di Indonesia berpotensi turun dengan adanya program MBG yang fokus pada ibu hamil dan anak prasekolah.
Setelah fokus untuk penanganan stunting, Yos berharap anak-anak sekolah mulai dididik perilaku kesehatan. Lewat pelaksanaan program MBG, idealnya anak-anak sekolah juga diajarkan bagaimana memilih makanan yang sehat.
“Sekarang penyakit jantung banyak, stroke banyak, penyakit kanker banyak. Salah satunya terkait dengan pola makan. Karena itu (perlu dihindari) makanan yang berwarna, mengandung pengawet, membuat penumpukan lemak atherosclerosis, hingga makan berlebihan,” kata dia.
Dengan kombinasi pendidikan dan pemberian MBG, siswa diharapkan memiliki perilaku sehat.
Baca Juga
Banyak Pasien Indonesia ke Malaysia, Pendiri Primaya Hospital: Devisa Menguap
Yos sendiri memberi lima tips penting agar perilaku sehat tersebut terbentuk.
“Saya singkat MOTOR,” ujar dia.
M untuk segala sesuatu yang masuk ke tubuh. Tidak hanya makanan, melainkan juga berusaha menghindari polusi udara hingga radiasi.
O untuk olahraga. Kegiatan ini penting untuk menjaga kesehatan. “WHO menganjurkan bahwa orang paling nggak tiga kali seminggu (harus) olahraga,” kata dia.
T untuk tidur. Masyarakat membutuhkan tidur yang berkualitas dan menjaga durasinya.
O untuk obat, yakni tidak semata-mata membutuhkan obat untuk menyembuhkan, tapi juga pentingnya tindakan preventif.
“Tambah lagi R kalau mau sempurna. Harus riang dan gembira,” ujar dia.

