Napoli Tersingkir Dari Coppa Italia Lawan Como, Antonio Conte Murka
Poin Penting
|
NAPOLI, investortrust.id – Antonio Conte meluapkan kekesalannya seusai Napoli tersingkir dari Coppa Italia lewat adu penalti melawan Como.
Napoli harus puas bermain imbang 1-1 di Stadio Diego Armando Maradona, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB. Gol Antonio Vergara di awal babak kedua membatalkan keunggulan tuan rumah yang lebih dulu didapat lewat eksekusi penalti Martin Baturina. Laga kemudian berlanjut hingga adu penalti, bahkan sampai fase sudden death, yang akhirnya berujung kegagalan setelah Romelu Lukaku dan Stanislav Lobotka gagal menjalankan tugasnya.
Kontroversi tak terhindarkan. Pada menit ke-50, Jacobo Ramon lolos dari hukuman kartu kuning kedua meski melanggar Rasmus Hojlund di tepi kotak penalti. Keputusan tersebut memicu kemarahan di kubu Napoli. Bahkan, kartu kuning pertama Ramon pun dipersoalkan karena dianggap layak berujung kartu merah langsung akibat menggagalkan peluang emas.
“Jangan selalu hanya bicara soal wasit, karena pasti selalu ada yang mengeluh. Ini bukan musim yang bagus bagi wasit dan VAR. Semua mengeluh—pelatih, pemain, suporter. Sepak bola harus berbenah. Sama seperti kami memperbaiki tim, Rocchi juga harus meningkatkan kualitas wasit dan VAR,” kata Conte kepada Sport Mediaset.
Baca Juga
Ada Apa dengan Chelsea? Gagal Pertahankan Keunggulan Lawan Leeds United
Conte kemudian mengalihkan sorotan pada kondisi timnya yang dilanda badai cedera. Napoli, menurutnya, tampil dengan sumber daya terbatas, berbeda jauh dibanding Como yang datang dengan skuad lengkap dan kondisi segar setelah beristirahat 10 hari.
“Kami baru bermain tiga hari lalu melawan Genoa, itu pun dengan 10 pemain dan kehilangan satu pemain lagi karena cedera. Scott McTominay sangat penting bagi kami,” jelas Conte.
Napoli kini sudah tersingkir dari Liga Champions dan Coppa Italia. Tapi, Conte tetap memberi kredit penuh kepada anak asuhnya. “Kami mendorong diri melampaui kapasitas yang kami miliki. Sumber daya kami sangat terbatas dan tidak sejalan dengan ambisi awal musim. Dalam kondisi seperti ini, siapa pun pelatihnya akan kesulitan,” katanya.
Conte juga menyoroti rentetan cedera serius yang menimpa pemain-pemain kunci, mulai dari Giovanni di Lorenzo, Romelu Lukaku, Kevin de Bruyne, hingga Billy Gilmour.
“Bagaimana Anda bisa memprediksi semua ini? Cedera tendon, operasi, absen berbulan-bulan. Dengan enam atau tujuh pemain penting menepi lama, pemain yang sama harus terus dimainkan. Itu menciptakan masalah baru,” ujar Conte dengan nada getir.
Saat ditanya apakah fokus penuh ke Serie A bisa membuka peluang menantang Inter dalam perburuan Scudetto, Conte tertawa pahit. “Itu pertanyaan yang absurd. Jaraknya sembilan poin, kami penuh masalah, lalu bicara Scudetto? Ada Inter, Milan, Roma, Juventus, bahkan Como. Kita harus realistis,” tegas Conte.
Baca Juga
Jadi Pahlawan Manchester United di Kandang West Ham, Benjamin Sesko Bilang Begini

