Ada Apa dengan Chelsea? Gagal Pertahankan Keunggulan Lawan Leeds United
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Malam yang seharusnya berakhir manis justru berubah menjadi sumber kekecewaan bagi Chelsea. Sudah memimpin dua gol, The Blues gagal mengamankan kemenangan dan harus puas berbagi angka 2-2 dengan Leeds United di Stamford Bridge, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB.
Pelatih Chelsea Liam Rosenior menilai laga ini ditentukan oleh momen-momen krusial yang tidak dikelola dengan baik. Kesalahan pengambilan keputusan dan hilangnya fokus dalam waktu singkat membuat keunggulan sirna begitu saja.
Situasi makin tidak ideal ketika Marc Cucurella harus ditarik keluar saat jeda pertandingan. Rosenior memastikan pergantian itu bukan keputusan taktis, melainkan karena cedera.
Baca Juga
Jadi Pahlawan Manchester United di Kandang West Ham, Benjamin Sesko Bilang Begini
“Di babak pertama dia merasakan masalah di hamstring. Itu bukan pergantian strategi, tapi karena kondisi fisik. Cucurella tampil sangat bagus. Kami akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah dia bisa tampil di laga berikutnya,” ujar Rosenior, di situs resmi Chelsea.
Chelsea sebenarnya memulai pertandingan dengan sempurna. Kombinasi Joao Pedro dan Cole Palmer menghasilkan dua gol yang membawa tuan rumah unggul 2-0. Sayang, segalanya berubah hanya dalam hitungan menit.
Satu pelanggaran berujung penalti, disusul kegagalan mengantisipasi bola liar di kotak penalti, dimanfaatkan Leeds dengan sangat efektif untuk menyamakan kedudukan. “Ada dua momen penting ketika kami tidak cukup tenang. Moises Caicedo pemain luar biasa, tapi di situ dia mengambil keputusan yang keliru. Cara kami melakukan pressing juga tidak tepat, dan akhirnya berujung penalti,” kata Rosenior.
Setelah gol pertama Leeds, tekanan meningkat. Bola-bola panjang, duel bola kedua, dan energi lawan membuat Chelsea goyah. “Ada momen yang kami kira handball. Para pemain berhenti sejenak, tidak menghalau bola, dan mereka mencetak gol. Di level ini, satu detik saja bisa sangat fatal,” lanjut Rosenior.
Rosenior menegaskan, selama mayoritas pertandingan Chelsea tampil dominan. Justru itu yang membuat hasil akhir terasa lebih menyakitkan. “Hal yang paling absurd, mereka mencetak dua gol hanya dalam lima menit. Padahal selama 90 menit, kami jauh lebih baik. Kami hanya membuat keputusan buruk di momen-momen kunci,” tegas Rosenior.
Namun, Liam Rosenior tetap melihat banyak hal positif. Intensitas permainan, kualitas penguasaan bola, hingga cara tim menekan lawan sesuai dengan apa yang dia inginkan.
“Permainan kami sebenarnya sangat bagus. Pressing, energi, dan penguasaan bola itu semua ideal. Justru itu yang membuat hasil ini terasa pahit. Kalau kami bisa menjaga fokus penuh selama 90 menit, tim ini punya potensi luar biasa. Itu sudah terlihat di sebagian besar laga ini,” tutup Liam Rosenior.
Baca Juga
Cek Videoya! Momen N’Golo Kante Malu-malu Kucing Selebrasi di Laga Debut Fenerbahce

