Ada Masalah Apa? Juventus Tolak Tawaran Akuisisi Saham Dari Tether
Poin Penting
|
TURIN, investortrust.id – Pemegang saham mayoritas Juventus, Exor NV, menolak tawaran tunai penuh dari perusahaan stablecoin Tether untuk mengakuisisi 65,4% saham klub. Penolakan tersebut disampaikan setelah proposal resmi Tether diumumkan pada 12 Desember 2025.
Dalam proposalnya, Tether menawarkan skema pembelian saham dengan premi sekitar 21% di atas nilai pasar terkini, serta komitmen pendanaan pengembangan klub senilai €1 miliar (Rp19,5 triliun). Proposal itu juga menyebutkan, Exor tetap memilih mempertahankan kepemilikan jangka panjangnya atas Juventus.
CEO Tether Paolo Ardoino sebelumnya menegaskan kesiapan perusahaannya untuk mendukung Juventus secara finansial. “Tether berada dalam kondisi keuangan yang sangat kuat dan berniat mendukung Juventus dengan modal yang stabil serta visi jangka panjang,” ujar Ardoino, dilansir coinmarketcap.com.
Baca Juga
Keterlibatan entitas besar seperti Tether Investments dan Exor menjadikan proposal ini sorotan penting di dunia finansial dan olahraga, terutama karena mempertemukan industri kripto dengan sepak bola elite Eropa.
Pengamat pasar menilai langkah Tether berpotensi membuka dinamika baru antara dunia kripto dan olahraga profesional.
Namun, tawaran mengiurkan itu ternyata ditolak Juventus. Keputusan Exor menegaskan komitmen keluarga Agnelli untuk tetap mempertahankan kendali atas Juventus. Sikap ini juga mencerminkan kecenderungan klub-klub besar milik keluarga di Eropa yang enggan membuka pintu bagi akuisisi eksternal, sekaligus menjadi hambatan bagi ambisi Tether dalam memperluas investasi di sektor olahraga.
Tidak ada implikasi regulasi langsung pascapenolakan tersebut, dan kondisi finansial Juventus dinilai tetap stabil. Secara historis, klub-klub dengan struktur kepemilikan keluarga cenderung menolak penawaran penjualan, sejalan dengan kebijakan Exor selama ini.
Di sisi lain, penolakan Exor dinilai mencerminkan tren yang lebih luas di sepak bola Eropa, yaitu klub-klub besar masih mempertahankan model kepemilikan tradisional. Para analis menilai dampak finansial bagi Tether relatif terbatas. Tapi, keputusan ini berpotensi mempengaruhi arah strategi investasi mereka ke depan.
Upaya Tether bukanlah yang pertama dari investor eksternal untuk masuk ke struktur kepemilikan Juventus. Sejumlah pendekatan serupa di masa lalu juga gagal mengubah komposisi pemegang saham klub.
Sejumlah pakar industri menilai pengalaman ini bisa mendorong Tether untuk meninjau ulang pendekatan mereka dalam ekspansi ke sektor olahraga, khususnya di kompetisi sepak bola Eropa yang memiliki struktur kepemilikan kuat dan konservatif.
Baca Juga
Bahagia di Barcelona, Marcus Rashford Tolak Kembali ke Manchester United?
🐦 Social Media Post

