Kemenkes Beberkan 4 Strategi Kendalikan Kasus DBD
JAKARTA, investortrust.id - Kasus demam berdarah dengue (DBD) meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Di Jawa Barat saja tercatat 4.637 kasus DBD dengan 36 pasien meninggal dunia sejak awal 2024.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membeberkan empat strategi dalam mengendalikan kasus DBD. Pertama, Kemenkes memberikan edukasi kepada masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengendalikan demam berdarah. Kedua, Kemenkes menyediakan treatment dan obat-obatan untuk mengatasi demam berdarah.
Baca Juga
“Kita suplai obat-obatan yang cukup, sehingga tidak lama-lama dirawat di rumah sakit dan bisa cepat sembuh,” ujar Direktur Ketahanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Roy Himawan dalam Indonesia-India Health Business Forum di Kantor Kedutaan Besar India, Jakarta, Selasa (27/02/2024).
Ketiga, Kemenkes bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk menyediakan vaksin DBD.
“Jadi, sekarang sudah ada vaksin-vaksin yang dapat digunakan untuk memberikan proteksi di demam berdarah. Nah, ini juga bisa menjadi upaya untuk kita mencegah demam berdarah,” ungkap Roy.
Baca Juga
Keempat, Kemenkes berupaya untuk mengendalikan DBD melalui kerja sama dengan peneliti dan pemerintah untuk memanfaatkan nyamuk wolbachia untuk mengatasi DBD. Dengan nyamuk wolbachia, nyamuk aedes aegypti yang memicu DBD diinfeksi dengan bakteri Wolbachia yang dapat melumpuhkan virus dengue.
“Jadi, kita manfaatin nyamuknya nih, yang kita tahu sebagai penyebarnya, sekarang kita manfaatin dia untuk mengurangi,” paparnya.

