Kasus Naturalisasi Malaysia, FIFA Sebut Dokumen Dibuah Tanpa Izin Pemain
Poin Penting
|
ZURICH, investortrust.id — Setelah menolak banding Malaysia, FIFA menerbitkan dokumen terkait pengakuan tujuh pemain naturalisasi ilegal yang dihukum 12 bulan larangan bermain. Para pemain ini mengaku datanya dibuah tanpa izin.
Banding Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terhadap sanksi FIFA telah ditolak. Mereka tetap diwajibkan membayar denda 350 ribu Swiss Franc. Sementara tujuh pemain naturalisasi Malaysia tetap menjalani larangan bermain setahun serta denda individu 2 ribu Swiss Franc.
Dalam dokumen putusan Komite Banding FIFA, terungkap bahwa ketujuh pemain tidak mengetahui dokumen leluhur yang mereka serahkan ke FAM telah dimanipulasi. Mereka disebut menyerahkan dokumen asli kepada agen masing-masing, tapi data tersebut kemudian diubah tanpa sepengetahuan mereka.
Baca Juga
Kabar Baik! Barcelona Segera Bermain di Rumah Lama Spotify Camp Nou
“Para pemain, meskipun mengklaim tidak pernah membaca atau memverifikasi dokumen apa pun, menekankan bahwa dokumen-dokumen itu asli dan tidak diubah saat diberikan kepada agen mereka,” tulis Komite Banding FIFA dalam laporan resminya, dilansir media Malaysia Astro.
Para pemain berargumen bahwa jika terjadi manipulasi, hal itu dilakukan setelah dokumen diserahkan kepada FAM. Hanya satu pemain, Gabriel Palmero, yang menyerahkan dokumen langsung kepada agennya dan belum memberikan salinan resmi dalam proses banding.
FIFA juga mencatat bahwa bukti berupa tangkapan layar dan percakapan WhatsApp yang diajukan para pemain menunjukkan akta kelahiran kakek-nenek mereka tanpa satu pun mencantumkan tempat lahir di Malaysia. Tapi, dokumen yang diterima FIFA dari FAM justru mencatat para leluhur tersebut lahir di wilayah Malaysia.
Dalam pemeriksaan, para pemain mengakui bahwa klaim memiliki leluhur dari Malaysia sebagian besar hanya berdasarkan cerita keluarga, bukan catatan resmi yang terverifikasi.
Baca Juga
Tuduh RD Kongo Gunakan Voodoo, Pelatih Nigeria Eric Chelle Minta Maaf
Here are some of the salient points addressed by the FIFA Appeal Committee based on the arguments made by the Football Association of Malaysia (FAM) and the players.
— T. Avineshwaran (@avineshW90) November 18, 2025
They were laid bare. That is one way to put it. Now it is FAM’s court to go to CAS. pic.twitter.com/BjXs2Sazc5

