India-Indonesia Perkuat Hubungan Bilateral Lewat Diskusi Buku dengan Penulis Terkenal William Dalrymple dan Herald van der Linde
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kedutaan Besar India di Jakarta bekerja sama dengan IndCham dan India Club menggelar "Diskusi Buku dengan William Dalrymple dan Herald van der Linde" di Kedutaan Besar India, Gama Tower, Jakarta, Rabu (22/10/2025) malam.
Malam diskusi yang menarik tentang sejarah dan budaya bersama dua penulis terkenal ini turut dihadiri oleh Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty. Dalam kesempatan tersebut, Sandeep menyambut baik diskusi tentang hubungan India-Indonesia yang diadakan di Auditorium Wayang tersebut.
"Pembicaraan hari ini adalah tentang hubungan India dengan Indonesia. Jadi, Anda menggambarkan hubungan India dengan Indonesia," ujar Sandeep.
Sandeep menjelaskan, diskusi ini membahas tentang hubungan sejarah dan budaya antara India dan Indonesia, dengan presentasi dari Harold van der Linde dan William Dalrymple tentang buku-buku mereka yang terkait dengan topik tersebut. Sandeep menyampaikan apresiasi atas kehadiran kedua penulis tersebut dan menekankan pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara India dan Indonesia.
"Jadi, saya berusaha untuk membangun hubungan India dengan Indonesia," ungkap Sandeep.
Baca Juga
Indonesia’s Largest Trade Expo Hits Record $22.8 Billion in Deals, India Tops Buyers
Lebih lanjut, Sandeep menyebut, William Dalrymple memiliki podcast yang populer, "The Empire Podcast", dan berharap dapat mengagumkan dia dengan sejarah Indonesia yang luar biasa.
"Karena sejarah negara ini sangat mengagumkan dan luar biasa, dan tidak banyak yang diketahui di luar Asia Tenggara tentang sejarah ini. Dan itu penting untuk membawanya ke dunia bahasa Inggris. Jadi, itu adalah motif utama saya untuk menarik William ke acara ini. Dan saya pikir kita semua akan mencoba untuk mengagumkan dia," jelas Sandeep.
Sementara itu, William Dalrymple lewat karyanya yang berjudul "The Golden Road: How Ancient India Transformed the World" menyampaikan bahwa buku ini membahas tentang pengaruh besar India kuno terhadap dunia melalui penyebaran ide, agama, dan budaya India ke berbagai wilayah di Asia dan Eurasia. William Dalrymple menunjukkan bagaimana India menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan global pada zaman kuno dan bagaimana pengaruhnya masih terasa hingga saat ini.
Menurut William, India adalah jantung dunia kuno yang terlupakan. Selama satu setengah milenium, dari sekitar 250 SM hingga 1200 M, seni, agama, teknologi, astronomi, musik, tarian, sastra, matematika, dan mitologi India membakar jejak di seluruh dunia.
"Sebuah 'Jalan Emas' yang membentang dari Laut Merah hingga Pasifik," ucap William.
William berpendapat bahwa India adalah salah satu dari dua kekuatan intelektual dan filosofis super Asia. Seperti Yunani kuno, kata William, India kuno menghasilkan serangkaian jawaban mendalam untuk pertanyaan besar tentang apa itu dunia, bagaimana ia beroperasi, mengapa kita ada di sini, dan bagaimana kita harus menjalani hidup kita. Saat ini, lebih dari setengah populasi dunia tinggal di daerah-daerah di mana agama dan budaya India dominan atau pernah dominan.
"The Golden Road mengungkapkan bagaimana ide-ide India mengubah dunia, melintasi batas-batas politik untuk mempengaruhi segala sesuatu dari patung-petung India di pelabuhan Romawi hingga Buddhisme di Jepang, dan observatorium Baghdad hingga konsep matematika penting seperti 'nol', dan bahkan angka-angka yang kita gunakan hingga hari ini," terang William.
Dalam kesempatan yang sama, Herald van der Linde dalam bukunya yang berjudul "Majapahit: Intrigue, Betrayal and War in Indonesia's Greatest Empire" menuturkan bahwa pada abad ke-14 dan ke-15, Kerajaan Majapahit berkuasa di Jawa Timur dan pengaruhnya meluas ke seluruh Asia. Menurutnya, jalan-jalan yang sibuk di Majapahit menjadi tempat bertemunya berbagai kalangan.
"Termasuk bangsawan Jawa, brahmana berambut kusut, pertapa berpakaian kulit kayu, janda berjubah putih, serta pedagang Cina, Persia, dan Arab," ucap Herald.
Majapahit, salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara, memiliki sejarah yang panjang dan kompleks. Berdirinya Majapahit secara resmi dimulai pada tahun 1292, namun kisah sebenarnya dimulai jauh sebelumnya.
Sebelum Majapahit berdiri, terdapat kerajaan lain yang berpengaruh di Jawa, seperti Kerajaan Singasara dan Kediri. Kerajaan-kerajaan ini memiliki peran penting dalam membentuk sejarah Jawa dan Nusantara.
Pada abad ke-16, Majapahit digantikan oleh Kerajaan Demak, yang merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa. Demak berhasil mengalahkan Majapahit dan menjadi kekuatan baru di Jawa.
"Dan apa yang Anda lihat di sini adalah Majapahit 1292, Demak akhirnya berlaku, itu adalah impian Islam yang datang," beber Herald.
Herald menambahkan, buku ini tidak hanya menceritakan tentang naik turunnya sebuah kekaisaran, tetapi juga tentang eksplorasi masyarakat yang kaya akan keragaman agama, toleransi sosial, dan pencapaian artistik. Dikatakan Herald, masyarakat Majapahit, seperti Indonesia hari ini, harus menavigasi jalannya dalam geopolitik Cina dan Asia Tenggara yang kompleks.

