Inter Milan Catat Laba Rp678 Miliar dan Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah Klub
Poin Penting
|
MILAN, investortrust.id – Inter Milan baru saja mengumumkan hasil keuangan spektakuler dengan mencatat laba bersih €35,4 juta (Rp678 miliar) untuk tahun fiskal 2024–2025, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih dalam “sejarah modern” klub. Mereka juga mencetak rekor pendapatan tertinggi sebesar €567 juta (Rp10,86 triliun).
I Nerazzurri bangkit dari krisis keuangan yang membelit klub sejak masa pandemi Covid-19, terutama setelah kegagalan Suning membayar pinjaman yang menyebabkan klub diambil alih oleh Oaktree Capital Management pada Mei 2024.
Di bawah pimpinan Presiden Beppe Marotta, Inter melakukan restrukturisasi besar: memangkas biaya operasional, memperbaiki manajemen keuangan, dan memaksimalkan pendapatan melalui pencapaian di kompetisi Eropa serta keikutsertaan di Piala Dunia Antarklub.
Data menunjukkan, pada Juni 2024 klub masih mengalami kerugian sebesar €35,7 juta. Tapi, dalam satu tahun, angka itu berbalik menjadi laba €35,4 juta. Itu sebuah lonjakan netto sebesar €70 juta (Rp 1,34 triliun). Pendapatan klub juga meningkat drastis, naik €94 juta dibanding musim sebelumnya.
Baca Juga
Didenda Rp170 Juta, Enzo Maresca Dilarang Dampingi Chelsea Lawan Nottingham
Sebagai bagian dari penguatan keuangan, Inter juga berhasil melunasi obligasi lebih awal dan mengamankan pinjaman jangka panjang senilai €350 juta (Rp 6,70 triliun).
“Laporan keuangan yang kami sampaikan hari ini menandai tonggak bersejarah, untuk pertama kalinya dalam sejarah modern Inter, kami mencetak laba bersih,” ujar Marotta dalam pernyataan resmi klub.
“Hasil ini mencerminkan kekuatan strategi kami yang fokus pada keberlanjutan, efisiensi operasional, dan optimalisasi sumber daya. Terima kasih khusus kepada Oaktree yang telah memberikan dukungan dan panduan strategis,” tambah Marotta.
Marotta menambahkan bahwa Dewan Kota Milan baru-baru ini memberikan izin bagi Inter Milan dan AC Milan untuk membeli Stadio San Siro dan area sekitarnya, proyek yang diyakini akan membuka peluang besar bagi klub dan kota Milan.
“Proyek ini adalah titik balik, tidak hanya bagi keberlanjutan dan pertumbuhan pendapatan, tetapi juga bagi pengalaman yang akan kami tawarkan kepada para suporter dan warga Milan. Kami ingin menciptakan stadion modern dan inovatif yang menjadi model bagi klub-klub Eropa lainnya,” tegas Marotta.
Meskipun kini berbalik ke zona positif, Inter masih menanggung beban utang besar, sehingga aktivitas di pasar transfer tetap sangat terkendala. Tapi, transformasi keuangan yang dramatis ini menunjukkan bahwa I Nerazzurri mulai berada di jalur yang sehat.
Rekor laba ini makin mencengangkan mengingat pada 2021 Inter pernah merugi €216 juta (Rp4,14 triliun). Kini, dengan strategi keuangan yang disiplin, Inter siap membangun masa depan yang lebih stabil, baik di dalam lapangan maupun di ruang manajemen.
Baca Juga
Lepas Timnas U-17 Indonesia ke Piala Dunia U-17, Erick Thohir Bawa Pesan Presiden Prabowo Subianto
Inter announced the club ran at a profit of €35.4m this year, something they had not achieved ‘in modern history,’ including a record €567m revenue.#Inter #SerieA #Calcio #SerieAEnilive pic.twitter.com/xAyCGr1yBs
— Football Italia (@footballitalia) October 15, 2025

