Tahun Lalu, Grand Slam Wimbledon Torehkan Pendapatan Rp8,6 Triliun
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Turnamen tenis bergengsi grand slam Wimbledon terus memantapkan dirinya sebagai salah satu ajang olahraga paling bergengsi di dunia sekaligus menguntungkan secara finansial.
Saat ini, para petenis terbaik dari segala penjuru bumi sedang bertarung di turnamen tenis lapangan rumput legendaris Wimbledon. Ajang ini tetap digelar di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, dan berlangsung sejak 30 Juni hingg 13 Juli 2025.
Menurut laporan keuangan resmi All England Lawn Tennis Club (AELTC) untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Juli 2024, total pendapatan Wimbledon mencapai £406,5 juta (Rp8,6 triliun). Angka ini naik dari £380,2 juta (Rp8,3 triliun) pada 2023, ditopang oleh penjualan tiket, sponsor, dan hak siar.
Baca Juga
Legenda Tenis Spanyol Rafael Nadal Diberi Gelar Bangsawan oleh Raja Felipe VI
Namun, biaya juga melonjak ke £352,1 juta (Rp7,44 triliun) dibanding tahun sebelumnya sebesar £326,4 juta (Rp7,1 triliun), sehingga menghasilkan pemasukan operasional yang turun menjadi £54,3 juta (Rp1,15 triliun) dari £56,4 juta (Rp1,2 triliun) tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba bersih Wimbledon tercatat sebesar £5,12 juta (Rp112 miliar). Ini juga turun dari £5,73 juta (Rp126 miliar) di 2023.
Meski laba turun, kontribusi Wimbledon terhadap ekosistem tenis tetap signifikan. Turnamen ini mendistribusikan £49,85 juta (Rp1,09 triliun) kepada Lawn Tennis Association (LTA). Itu naik dari £48,75 juta (Rp1,07 triliun) dibanding tahun sebelumnya.
Tetap Jadi Turnamen Bergengsi, Tapi di Bawah US Open
Dengan omzet di atas £400 juta (Rp8,8 triliun), Wimbledon masih menjadi salah satu grand slam terbesar dunia secara komersial. Tapi, US Open 2024 mencetak rekor pendapatan sebesar US$559,7 juta (Rp9,25 triliun), menempatkannya sebagai grand slam paling menguntungkan di dunia.
Sementara itu, Roland Garros berhasil menembus €350 juta (Rp6,26 triliun) untuk pertama kalinya, dan Australian Open tumbuh hingga A$590 juta (Rp5,9 triliun), terutama berkat pulihnya jumlah penonton pascapandemi.
Untuk hadiah, Wimbledon mengalokasikan £50 juta (Rp1,05 triliun), atau sekitar 12,3% dari total pendapatan. Persentase ini sedikit lebih rendah dibandingkan Roland Garros (15,3%) dan Australian Open (14,6%). Tapi, lebih tinggi dari US Open (11,6%).
Secara keseluruhan, meskipun labanya sedikit terkoreksi, Wimbledon tetap menunjukkan kestabilan sebagai salah satu turnamen olahraga paling prestisius dan berkelanjutan secara ekonomi di dunia.
Baca Juga
Profil Carlos Alcaraz, Juara French Open Penerus Kejayaan Rafael Nadal
Wimbledon raises singles prize money to £3M 💰📈
— Tennis Channel (@TennisChannel) June 13, 2025
Here are the current winnings for each of the slams ⬇️ pic.twitter.com/tE8EKfmuTW

