Kibarkan Bendera Putih, Keluarga Berlusconi Lepas Saham Monza ke Investor Amerika
Poin Penting
|
MONZA, investortrust.id – Setelah hampir empat dekade menjadi tokoh sentral dalam sepak bola Italia, keluarga Berlusconi memutuskan mundur teratur. Itu ditandai dengan pelepasan saham Monza kepada firma investasi asal Amerika Serikat, Beckett Layne Ventures (BLV).
Warisan Silvio Berlusconi dan keluarga dalam sepak bola Italia sulit dibantah. Selama 31 tahun memimpin AC Milan, dia mengantar I Rossoneri meraih total 29 trofi, termasuk delapan gelar Serie A dan lima trofi Liga Champions.
Visi bisnis dan sentuhan politiknya menjadikan AC Milan sebagai salah satu klub terkuat di dunia selama dua dekade terakhir abad ke-20 sejak menguasai mayoritas sahamnya pada 1986.
Baca Juga
Ada Masalah Apa? Sheffield Wednesday Terancam Putus Kontrak Massal Pemainnya
Seiring perjalanan waktu, Silvio Berlusconi menjual I Rossoneri ke investor asal China Li Yonghong pada 2017. Tapi, mereka kembali ke dunia sepak bola dengan mengakuisisi Monza pada 2018. Saat itu, Monza masih berlaga di Serie C.
The heirs of the late tycoon-turned-politician Silvio Berlusconi sold the last football club within the empire started by their father https://t.co/amPsTJ771F
— Bloomberg (@business) July 1, 2025
Namun, di bawah duet Silvio Berlusconi dan Adriano Galliani (mantan CEO AC Milan yang menjadi tangan kanan setianya), klub berhasil bangkit dan promosi ke Serie A pada 2022. Mereka bertahan selama tiga musim di kasta tertinggi Italia sebelum akhirnya terdegradasi pada akhir musim 2024/2025.
Sekarang, keluarga Berlusconi menyerah. Mereka memutuskan melepas saham Monza. Kepastian tersebut telah diumumkan secara resmi. Nantinya, BLV akan mengambil alih 80% saham Monza tahun ini, dan sisanya 20% akan dialihkan secara penuh pada Juni 2026. Tahun depan kepemilikan klub akan 100% berada di tangan BLV.
Masuknya BLV ke Monza menandai debut di industri sepak bola. Perusahaan investasi asal Negeri Paman Sam ini sebelumnya fokus di sektor media dan hiburan. Tapi, mereka melihat Monza sebagai peluang strategis. Tidak hanya karena nilai historis klub, melainkan juga posisi geografisnya yang dekat dengan Milan serta status Monza sebagai tuan rumah Formula 1.
Akuisisi ini juga memperpanjang dominasi investor asal Amerika Serikat di Serie A. Saat ini, klub-klub seperti AC Milan, Inter Milan, AS Roma, Atalanta, Parma, Fiorentina, dan Hellas Verona sudah lebih dulu berada di bawah kendali pemilik asal AS.
Baca Juga
Como Dapatkan Pemain Masa Depan Spanyol Jesus Rodriguez Dari Real Betis
Another Italian club succumbs to American ownership. This time it’s Monza.
— Rohit Rajeev (@keralista) July 2, 2025
At this rate, Serie A will be entirely foreign-owned before the dinosaurs at FIGC even learn to read the room. Still stuck in the 90s while the league globalizes around them.
🇮🇹 The list of Serie A Clubs… pic.twitter.com/vLytSS4ZUV

