Ada Masalah Apa? Sheffield Wednesday Terancam Putus Kontrak Massal Pemainnya
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Situasi internal Sheffield Wednesday kian genting. Klub Championship itu terancam ditinggalkan banyak pemain utamanya setelah kembali gagal membayar gaji tepat waktu.
Kondisi finansial klub memang semakin buruk. Liga telah menjatuhkan sanksi larangan transfer selama tiga jendela kepada Sheffield Wednesday karena gagal membayar gaji pemain, staf, serta kewajiban pajak. Larangan ini membuat klub tidak memiliki uang.
Pemilik klub, Dejphon Chansiri, juga tengah menghadapi dakwaan atas kasus serupa yang terjadi pada Maret dan Mei 2025. Saat ini, klub sedang mengajukan banding terhadap sanksi tersebut.
Baca Juga
Como Dapatkan Pemain Masa Depan Spanyol Jesus Rodriguez Dari Real Betis
Secara operasional, Sheffield Wednesday juga nyaris lumpuh. Klub belum memiliki tempat latihan karena proyek lapangan baru belum selesai. Hingga awal Juli, mereka juga belum merilis jadwal pertandingan pramusim.
Di tengah ketidakpastian ini, satu-satunya yang digaji penuh justru manajer tim utama, Danny Rohl. Ini dilakukan agar klub tetap berhak atas kompensasi jika ada tim lain ingin merekrut pelatih asal Jerman itu.
Sementara untuk pemain, Sheffield Wednesday sebelumnya dijadwalkan membayar gaji Juni pada Senin (30/6/2025). Tapi, Dejphon Chansiri hanya membayarkan gaji pemain tim U-21 dan sebagian staf non-pemain. Sementara mayoritas pemain utama belum menerima haknya.
Atas situasi ini, Asosiasi Pesepak Bola Profesional Inggris (PFA) menyebut ada peluang besar pemain memutus kontrak secara sah. CEO PFA Maheta Molango menyatakan pihaknya sedang menelaah kemungkinan hukum yang memungkinkan para pemain mengakhiri kontrak mereka.
“Dalam kontrak standar disebutkan beberapa situasi di mana seorang pemain bisa mengakhiri kontraknya. Itu terjadi jika ada pelanggaran serius dan, atau, berulang. Inilah yang sedang kami telusuri,” ujar Maheta Molango kepada The Athletic.
Menurut Maheta Molango, ini adalah kali ketiga dalam empat bulan terakhir klub gagal membayar gaji tepat waktu. Ini membentuk pola pelanggaran serius.
Berdasarkan regulasi FIFA, pemain berhak memutus kontrak jika gaji mereka tertunda selama dua bulan berturut-turut dengan syarat pemberitahuan tertulis selama 15 hari kepada klub. Dalam periode itu, klub diberi kesempatan menyelesaikan tunggakan.
Namun, dalam konteks Inggris, ketentuan dalam kontrak standar pemain memungkinkan pemutusan kontrak lebih cepat, jika pelanggaran dianggap cukup berat dan terus berulang.
“Sayangnya, Sheffield Wednesday punya pola keterlambatan pembayaran. Peran kami bukan memberi instruksi. Tapi, memberikan para pemain pemahaman atas hak mereka dan langkah hukum yang bisa mereka ambil jika syaratnya terpenuhi,” pungkas Maheta Molango.
Baca Juga
Kiper Real Madrid Thibaut Courtois Kagumi Kualitas Trent Alexander-Arnold
Sheffield Wednesday, a once proud club, are teetering on the brink of a precipice under the ownership Dejphon Chansiri.
— The Athletic | Football (@TheAthleticFC) July 2, 2025
In a special report from @PJBuckingham:
▪️ The extent of the unpaid wages - and how close players are to becoming free agents
▪️ Why highly-rated manager… pic.twitter.com/2HabADGFp5

