AdaKami Bagikan Tips Liburan Seru Tanpa Boncos
JAKARTA, investortrust.id - Liburan sekolah menjadi momen paling ditunggu keluarga untuk melepas penat dan menghabiskan waktu bersama. Namun di balik keseruannya, masa liburan juga sering kali membuat pengeluaran rumah tangga melonjak tajam, mulai dari untuk tiket transportasi, akomodasi, hingga aktivitas rekreasi yang sering tak terduga. Untuk itu, AdaKami membagikan tips liburan tanpa harus boncos.
Brand Manager AdaKami Joanthan Kriss mengungkapkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi rumah tangga di kuartal I 2025 tumbuh 4,89% secara tahunan menjadi Rp 3.089.5 triliun. Menunujukkan betapa besar pengaruh liburan terhadap pola belanja masyarakat, khususnya saat libur keagamaan dan sekolah.
Menurutnya, tanpa perencanaan yang baik, liburan bisa mengganggu stabilitas arus kas keluarga. Oleh karena itu, AdaKami membagikan sejumlah tips praktis agar masyarakat tetap bisa menikmati liburan dengan tenang, tanpa khawatir keuangan jebol.
“Musim liburan merupakan waktu yang ditunggu-tunggu untuk menciptakan momen menyenangkan bagi keluarga, bukan menambah beban. Dengan perencanaan cerdas, kita bisa bersenang-senang tanpa was-was ketika gajian berikutnya belum tiba,” ujarnya Jonathan, dalam keterangan pers, Jumat (20/6/2025).
Baca Juga
Tips pertama susun anggaran realistis. Buat anggaran sejak awal secara rinci untuk seluruh kebutuhan, mulai dari tiket, hotel, makanan, transportasi lokal, hingga dana darurat. Pencatatan secara digital lebih baik agar pengeluaran mudah dipantau bersama pasangan.
Kedua, siapkan dana liburan khusus. Sisihkan sebagian penghasilan setiap bulan ke dalam pos liburan. Ini membantu menghindari penggunaan dana darurat atau tabungan penting lainnya saat liburan tiba.
Lalu, tetapkan batas untuk pengeluaran tambahan. Buat plafon khusus untuk keperluan seperti oleh-oleh, tiket wisata, dan belanja tak terduga. Misalnya, alokasikan maksimal 20% dari total anggaran liburan.
Keempat, waspadai diskon palsu dan belanja impulsif. Banyak promo menarik selama musim liburan, tapi pastikan pembelian hanya untuk kebutuhan. Belanja tanpa rencana bisa mengacaukan anggaran pasca liburan.
Selanjutnya, gunakan layanan keuangan dengan bijak. Jika perlu menggunakan pinjaman, pastikan cicilannya tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan. Gunakan platform terpercaya dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
”Langkah ini penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan finansial para pengguna, terutama saat masa berlibur yang rawan akan pengeluaran tak terduga,” kata Jonathan.
Terakhir, selalu berhati-hati atas penipuan selama liburan. Jangan mudah tergiur promo dari agen perjalanan tak dikenal. Selalu lakukan transaksi melalui situs resmi, hindari berbagi data pribadi, dan waspadai penggunaan Wi-Fi publik serta colokan USB umum yang bisa disusupi peretas.
“Perencanaan yang matang, pengendalian pengeluaran, serta pemanfaatan layanan keuangan secara bertanggung jawab akan menjadi kunci utama dalam menjaga arus kas keluarga tetap sehat selama musim liburan dan setelahnya,” ucap Jonathan.
Baca Juga
Jaga Pembiayaan Tetap Sehat, AdaKami Andalkan 2 Strategi Kunci

