Catat! Tips Cerdas Mengatur Anggaran Liburan Akhir Tahun Tanpa Menguras Kantong
JAKARTA, investortrust.id - Menjelang penghujung tahun 2024, musim liburan kembali menyapa. Momen yang ditunggu-tunggu ini kerap membuat masyarakat tergiur untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dengan berwisata ke berbagai destinasi. Namun, di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, perencanaan keuangan yang matang menjadi kunci agar liburan tetap menyenangkan tanpa mengganggu stabilitas finansial.
Direktur PT Bahana TCW Investment Management, Danica Adhitama mengatakan, liburan akhir tahun memang menjadi momen spesial yang dinantikan banyak keluarga. Momen ini dianggap penting karena merupakan salah satu bentuk penghargaan kepada apa yang telah dilakukan setiap anggota keluarga sepanjang tahun. Namun, tanpa perencanaan yang baik, pengeluaran yang tidak terkendali bisa mengganggu kesehatan finansial di awal tahun mendatang.
“Di tengah kegembiraan di musim liburan, penting untuk tetap menjaga kesehatan finansial dan memastikan bahwa pengeluaran liburan tidak mengganggu rencana investasi jangka panjang. Setidaknya persiapan yang matang tak hanya hal-hal terkait destinasi liburan saja, namun perencanaan keuangan juga penting untuk dipirikan secara matang,” ujar Danica dalam siaran pers, dikutip Sabtu (28/12/2024).
Baca Juga
Tentukan Anggaran
Dalam mengatur anggaran liburan akhir tahun, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan budget maksimal. Idealnya, anggaran liburan tidak melebihi 30% dari total dana tabungan yang dimiliki, dengan tetap menyisakan dana darurat minimal 6 bulan pengeluaran rutin.
Pemesanan tiket transportasi dan akomodasi jauh-jauh hari menjadi strategi jitu berikutnya. Langkah ini terbukti bisa menghemat hingga 40% dari harga normal. Masyarakat dianjurkan untuk terus memantau promo early bird dari maskapai penerbangan, hotel, dan platform pemesanan online untuk mendapatkan harga terbaik.
“Menabung secara rutin juga merupakan salah satu strategi yang efektif. Mulailah menabung untuk liburan dengan menyisihkan sebagian pendapatan setiap bulan sejak jauh hari. Tentukan jumlah yang ingin ditabung dan tetapkan target waktu. Misalnya, jika liburan direncanakan setahun dari sekarang, hitung berapa banyak yang perlu ditabung setiap bulan untuk mencapai target tersebut,” tambah Danica.
Selain menabung, pertimbangkan untuk berinvestasi dalam instrumen yang sesuai dengan jangka waktu liburan Anda. Reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan yang baik karena menawarkan likuiditas dan return yang cukup menarik dalam waktu singkat dengan tingkat risiko yang minim. Oleh karena itu, pastikan untuk memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko agar tetap aman dan menguntungkan.
Baca Juga
Liburan Nataru, Lebih dari 1,9 Juta Tiket Kereta Api Ludes Terjual
Pemilihan Waktu
Pemilihan waktu yang tepat juga menjadi faktor krusial dalam penghematan. Menghindari peak season di saat libur Natal dan Tahun Baru bisa menghemat biaya hingga 50-70% dibandingkan hari biasa. Optimalisasi reward points dari kartu kredit, e-wallet, atau program loyalitas lainnya juga bisa menjadi solusi untuk menutupi sebagian biaya liburan.
Penyusunan itinerary yang detail, termasuk estimasi biaya untuk setiap aktivitas, sangat disarankan untuk menghindari pengeluaran impulsif. Pemilihan akomodasi alternatif seperti guest house atau menyewa apartemen melalui platform berbagi tempat tinggal juga bisa menjadi opsi hemat dibanding hotel konvensional.
"Yang terpenting adalah disiplin dalam menjalankan rencana anggaran yang sudah dibuat. Jangan mudah tergoda dengan pengeluaran di luar rencana yang bisa membuat budget membengkak. Termasuk tergoda untuk membeli oleh-oleh berlebihan yang bisa menjadi penyebab membengkaknya anggaran liburan," tambah Danica.
Merujuk pada survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yaitu sebesar 39,30% atau setara dengan 110,67 juta orang. Daerah yang menjadi tujuan masih terpusat di Pulau Jawa. Sementara Transportasi darat masih menjadi pilihan utama untuk bepergian sebesar 36,07%, disusul Kereta Api 15, 05% dan Transportasi Udara sebesar 12,85%, sementara 4,90% masyarakat memilih moda transportasi laut dalam bepergian di masa libur Nataru 2024 ini.
“Masih tingginya animo masyarakat untuk bepergian dapat berdampak positif terhadap perputaran perekonomian di daerah. Namun, perlu diingat bahwa perencanaan keuangan yang baik untuk liburan bukan hanya bermanfaat jangka pendek, tetapi juga membantu menjaga kesehatan finansial jangka panjang,” tutup Danica.

