Pengguna ChatGPT Melonjak Gegara Tren Gambar AI Gaya Studio Ghibli
CALIFORNIA, investortrust.id - Tren gambar AI bergaya khas Studio Ghibli menjadi daya tarik utama fitur ChatGPT. Popularitas tren ini bahkan membuat jumlah pengguna ChatGPT melonjak tajam, hingga membebani server OpenAI.
Tren mengubah foto menjadi gambar bergaya Studio Ghibli sedang digandrungi oleh pengguna media sosial di seluruh dunia. Studio animasi asal Jepang ini didirikan oleh Hayao Miyazaki dan dikenal lewat film-film legendaris seperti "Spirited Away" dan "My Neighbor Totoro."
Dilansir dari Reuters, Rabu (2/4/2025), laporan firma riset pasar Similarweb mencatat bahwa jumlah rata-rata pengguna aktif mingguan ChatGPT menembus angka 150 juta untuk pertama kalinya tahun ini. CEO OpenAI, Sam Altman, juga mengungkap bahwa dalam satu jam terakhir saja, ChatGPT berhasil meraup satu juta pengguna baru.
Angka ini melampaui pencapaian satu juta pengguna dalam lima hari saat ChatGPT pertama kali dirilis pada 2022. SensorTower juga mencatat bahwa pengguna aktif, pendapatan berlangganan dalam aplikasi, dan jumlah unduhan aplikasi mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada pekan lalu.
Secara global, unduhan aplikasi ChatGPT serta pengguna aktif mingguan masing-masing meningkat 11% dan 5% dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara itu, pendapatan dari pembelian dalam aplikasi naik sebesar 6%.
Namun, lonjakan ini berdampak pada performa chatbot AI tersebut. OpenAI mengakui bahwa beban berat pada server menyebabkan pembatasan penggunaan fitur pembuatan gambar bergaya Studio Ghibli.
Tuai Kritik
Tak hanya menghadapi kendala teknis, tren AI bergaya Studio Ghibli juga memunculkan perdebatan soal potensi pelanggaran hak cipta. Beberapa pihak menganggap AI hanya meniru gaya seni yang tidak dilindungi hak cipta, sementara yang lain menyoroti landasan hukum dari praktik ini.
Evan Brown, mitra di firma hukum Neal & McDevitt, menilai bahwa AI tersebut menghasilkan karya berdasarkan gaya seni, bukan ekspresi spesifik yang biasanya dilindungi hak cipta. "Hukum hak cipta umumnya melindungi ekspresi spesifik, bukan gaya seni itu sendiri," ujarnya.
Di sisi lain, regulasi terkait gambar AI yang meniru gaya khas Studio Ghibli masih belum jelas. OpenAI sendiri belum memberikan tanggapan mengenai data yang digunakan untuk melatih model AI mereka maupun legalitas fitur terbaru ini.
Menariknya, komentar lama dari Hayao Miyazaki tentang gambar berbasis AI kembali viral setelah tren ini meledak. Pada tahun 2016, setelah diperlihatkan render awal gambar AI, ia mengatakan, "Saya sangat jijik." Ia menegaskan bahwa teknologi AI tidak akan pernah digunakan dalam karyanya, sehingga memicu diskusi lebih lanjut tentang dampak AI terhadap dunia seni dan hak cipta.
Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menekankan pentingnya etika dalam penggunaan AI, terutama dalam menghasilkan konten yang tidak merugikan kreator asli. Mereka mengingatkan bahwa teknologi AI harus digunakan dengan tanggung jawab dan transparansi agar tidak melanggar hak kekayaan intelektual.
Kemkomdigi juga menyoroti perlunya regulasi yang mengatur penggunaan AI dalam industri kreatif. Tujuannya adalah memastikan inovasi tetap berjalan tanpa mengorbankan hak-hak kreator manusia. (C-13)

