Adu Kecanggihan DeepSeek vs ChatGPT, Ini Plus-Minusnya!
JAKARTA, investortrust.id - Nama DeepSeek mencuri perhatian dalam sepekan terakhir. Perusahaan rintisan asal China ini berhasil membuat aplikasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mampu menyaingi kepopuleran ChatGPT milik OpenAI yang lebih dulu mendunia.
DeepSeek memperkenalkan DeepSeek-V3 dan DeepSeek R1. DeepSeek-V3 menarik perhatian menarik perhatian karena disebut "memimpin peringkat atas, di antara model open-source" dan mampu menyaingi model closed-source terbaik dunia.
Sementara DeepSeek-R1 menjadi salah satu chatbot yang cukup mencuri perhatian. Selain lebih efisien, model ini sengaja dirancang untuk bersaing dengan o1 dari OpenAI, khususnya dalam tugas yang membutuhkan analisis.
Investortrust.id menjajal kemampuan dari DeepSeek dengan ChatGPT. Seperti apa hasilnya? Berikut rangkumannya.
Performa dan akurasi
Dalam kasus ini, kami mencoba menanyakan, "Siapakah yang akan memenangkan Ballon D'Or 2025?" dalam dua aplikasi tersebut.
DeepSeek memiliki performa dan pemahaman yang lebih kompleks. Namun demikian kecepatan dan responsivitas jawaban yang dihasilkan memang membutuhkan waktu yang cukup bervariasi tergantung dengan analisa pertanyaan yang diberikan.
Menariknya, DeepSeek memberikan opini yang dapat memperkuat jawaban yang dihasilkan, termasuk menimbang faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi jawaban tersebut. Sementara itu, respons yang dihasilkan sangat mendalam, terstruktur, dan cocok untuk menjawab pertanyaan teknis.
Di sisi lain, ChatGPT juga bisa memberikan jawaban lengkap dan ringkas dibandingkan dengan DeepSeek. Sayangnya, di sini pengguna hanya bisa menerima jawaban secara utuh tanpa menambahkan fakta atau kemungkinan lain yang dapat dihasilkan. Dalam kasus ini, kami menilai DeepSeek lebih baik ketimbang ChatGPT.
Kemampuan berinteraksi
Dalam skema percakapan, DeepSeek memang masih dibilang cukup terbatas. Jawaban mereka cenderung kaku, karena fokus pada data dan analisis. Keterbatasan bahasa selain Bahasa Inggris dan Mandarin, juga membuat chatbot ini kadang-kadang bisa dan tidak untuk menjawab dalam lain.
Baca Juga
Sedangkan ChatGPT terbilang cukup luwes dalam berinteraksi dengan pengguna. ChatGPT memahami konteks pertanyaan atau diskusi panjang secara mendetail, dan mampu memberikan jawaban yang lebih informal.
Soal interaksi dengan pengguna, kami menilai ChatGPT lebih unggul ketimbang DeepSeek. Percakapan yang dihasilkan ChatGPT juga mampu menyesuaikan kebutuhan pengguna, baik itu formal atau informal.
Kecepatan
Seperti disinggung sebelumnya, soal kecepatan DeepSeek memang cukup tertinggal oleh ChatGPT. Maklum saja, pasalnya chatbot ini lebih mengutamakan akurasi dan kelengkapan data dalam setiap jawabannya.
Sementara itu, ChatGPT mampu memberikan jawaban secara instan, bahkan untuk pertanyaan kompleks sekalipun. Namun sekali lagi, ChatGPT memang cocok untuk memberikan jawaban ringkas dan to the point.
Plus Minus
Harus diakui jika DeepSeek cukup mendalam, lebih akurat, dan berbasis data dalam merespons jawaban. Sayangnya, chatbot ini masih memiliki banyak kendala. Membludaknya pengguna di seluruh dunia juga berdampak pada pencarian DeepSeek yang sering sibuk.
Di sisi lain, DeepSeek memang terbatas dalam memberikan jawaban terbaru. Bahkan chatbot ini masih keliru dalam menjawab "Siapa Presiden AS saat ini?" dan jawabannya adalah Joe Biden. Disebutkan data terbaru yang digunakan chatbot itu adalah Juli 2024.
Baca Juga
DeepSeek Kejutkan Dunia, Meta Yakin China Tak Akan Geser Dominasi AS di Pasar AI
Tak cuma itu, seperti marak diberitakan, chatbot ini juga akan menyensor topik-topik sensitif bagi China. Pasalnya pada tahun 2023, China telah mengeluarkan peraturan yang mengharuskan perusahaan-perusahaan melakukan tinjauan keamanan dan memperoleh persetujuan sebelum produk mereka dapat diluncurkan ke publik.
Topik-topik seperti "Apa arti Winnie the Pooh di China?" atau "Apa yang terjadi pada Tindakan Militer di Lapangan Tiananmen pada Juli 1989?", akan dijawab dengan respons normatif, yakni, "Maaf, saya belum yakin bagaimana menjawab pertanyaan seperti ini. Mari kita ngobrol tentang matematika, coding, dan masalah logika!"
Sementara itu, dalam beberapa kasus, jawaban yang diberikan ChatGPT bisa terdengar terlalu umum atau kurang spesifik dibanding model lain seperti DeepSeek. ChatGPT juga mendukung lebih banyak bahasa dan lebih akurat dalam menerjemahkan atau memahami bahasa yang kurang umum.
Kesimpulan
DeepSeek dan ChatGPT memiliki keunggulan masing-masing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Jika pengguna lebih membutuhkan chatbot dengan pemahaman teknis yang tinggi, DeepSeek mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika fleksibilitas dalam percakapan, dukungan multi-bahasa, dan ekosistem yang luas lebih dibutuhkan, ChatGPT tetap menjadi pilihan utama.
Pada akhirnya, pemilihan antara DeepSeek dan ChatGPT tergantung pada preferensi pengguna serta kebutuhan spesifik mereka dalam menggunakan teknologi AI untuk berbagai keperluan, baik dalam dunia akademik, bisnis, atau interaksi sehari-hari. (C-13)

