Apa itu Boxing Day? Tradisi Pertandingan Liga Premier yang Digelar Sehari Setelah Natal
LONDON, investortrust.id – Secara tradisional, tidak ada libur Natal dan Tahun Baru di Liga Premier. Bahkan, di kompetisi sepak bola Inggris selalu ada jadwal pertandingan pada sehari setelah Natal alias Boxing Day. Apa itu Boxing Day?
Berdasarkan kalender, Boxing Day tahun ini akan jatuh pada Kamis (26/12/2024). Pada hari tersebut Liga Premier akan memainkan sejumlah pertandingan menarik, baik pada Kamis malam maupun Jumat (27/12/2024) dini hari WIB.
Pertandingan Boxing Day kali ini menampilan Manchester City vs Everton, Bournemouth vs Crystal Palace, Chelsea vs Fulham, Newcastle United vs Aston Villa, Nottingham Forest vs Tottenham Hotspur, Southampton vs West Ham United, Wolverhampton Wanderers vs Manchester United, dan Liverpool vs Leicester City.
Baca Juga
Statistik Keren Bintang Liverpool Mohamed Salah di Liga Premier Jelang Boxing Day
Ini akan menjadi pertandingan menarik Boxing Day karena semua tim berlomba untuk mengibur para pendukung yang datang ke stadion. Pertandingan-pertandingan penuh drama juga kerap terjadi.
Jadi, apa itu Boxing Day? Boxing Day adalah hari libur yang dirayakan setelah Natal. Awalnya, ini hari untuk menyumbangkan hadiah kepada mereka yang membutuhkan. Tapi, berkembang menjadi bagian dari perayaan Natal, dengan banyak orang memilih untuk berbelanja barang-barang murah pada Boxing Day.
Boxing Day adalah tradisi Britania Raya dan dirayakan di beberapa negara Persemakmuran. Hari libur bank atau hari libur umum yang menyertainya dapat jatuh pada 27 atau 28 Desember.
Di beberapa bagian Eropa, seperti Spanyol, Republik Ceko, Jerman, Austria, Hungaria, Belanda, Italia, Polandia, Slovakia, Slovenia, Kroasia, Denmark, Finlandia, Swedia, Belgia, Norwegia, dan Republik Irlandia, 26 Desember adalah Hari Santo Stefanus, yang dianggap sebagai hari kedua Natal.
Ada beberapa teori yang saling bersaing mengenai asal usul istilah tersebut. Tapi, tidak ada yang pasti. Tradisi Eropa untuk memberi uang dan hadiah lain kepada mereka yang membutuhkan, atau yang menduduki posisi pelayanan, telah ada sejak Abad Pertengahan. Tapi, asal usulnya yang pasti tidak diketahui.
Baca Juga
Dipecat AS Roma, Ivan Juric Dapat Pekerjaan Baru Latih Southampton
Tradisi ini merujuk pada kotak sedekah yang ditempatkan di gereja untuk mengumpulkan sumbangan bagi orang miskin. Tradisi ini mungkin juga berasal dari kebiasaan di akhir era Romawi dan awal Kekristenan ketika kotak amal digunakan untuk mengumpulkan persembahan khusus yang terkait dengan Hari Santo Stefanus.
Oxford English Dictionary memberikan bukti paling awal dari Inggris pada 1743, yang mendefinisikannya sebagai "hari setelah hari Natal". Kamus ini menyebut, secara tradisi pada 26 Desember, para pedagang, karyawan, pekerja, dan sebagainya akan menerima hadiah (sebuah kotak Natal) dari pelanggan atau majikan mereka.
Di Inggris, ada kebiasaan para pedagang mengumpulkan "kotak-kotak Natal" berisi uang atau hadiah pada hari kerja pertama setelah Natal sebagai ucapan terima kasih atas pelayanan yang baik sepanjang tahun.
Hal ini disebutkan dalam entri buku harian Samuel Pepys pada 19 Desember 1663. Kebiasaan ini terkait dengan tradisi lama Inggris saat para pelayan diizinkan mengunjungi keluarga mereka keesokan harinya karena mereka harus melayani tuan mereka pada Natal. Para majikan akan memberikan pelayan sebuah kotak untuk dibawa pulang berisi hadiah, bonus, dan makanan.
Hingga akhir abad 20, masih ada tradisi di antara banyak orang di Inggris untuk memberikan hadiah Natal. Biasanya, uang tunai atau kado-kado lain yang bermanfaat.
Tradisi ini kemudian merembet ke olahraga. Sejak liga sepak bola di Inggris berlangsung, penyelenggara dan klub sepakat untuk mengadakan pertandingan saat Boxing Day. Mereka berharap keluarga yang berkumpul untuk merayakan Natal dapat berkunjung ke stadion mendukung tim kesayangan.
Awalnya, pertandingan Boxing Day hanya berstatus uji coba dengan sesama klub lokal. Tujuannya agar para penggemar tidak perlu menjalani perjalanan tandang jauh.
Tapi, pelan dan pasti Boxing Day masuk kalender resmi Liga Premier. Bahkan, pertandingan-pertandingan Boxing Day kerap memunculkan drama. Contohnya, drama 8 gol Chelsea lawan Aston Villa pada 2007. Lalu, hattrick perdana Thiery Henry di Liga Premier pada 2000. Tak lupa, scorpion kick ala Henrikh Mkhitaryan pada 2016.
Baca Juga
5 Pertandingan Serie A 5 Gol, Striker Inter Milan Marcus Thuram Panen Pujian

