Kisah Rheinmetall, Pabrik Senjata yang Jadi Sponsor Borussia Dortmund dan Tuai Kontroversi
DORTMUND, investortrust.id – Kontroversi menyelimuti Borussia Dortmund setelah pabrik senjata dan peralatan militer papan atas dunia Rheinmetall mengikat kontrak 3 tahun sebagai sponsor.
Rheinmetall adalah pabrik senjata asal Jerman yang berpusat di Duesseldorf. Mereka adalah produsen peralatan militer terbesar kelima di Eropa yang menghasilkan banyak senjata untuk banyak militer di seluruh dunia, termasuk TNI.
Untuk menghapus citra buruk Rheinmetall sebagai perusahaan penyedia mesin pembunuh dan untuk membersihkan nama mereka dari keterlibatan terhadap perang di banyak tempat, Rheinmetall memutuskan mengikat kesepakatan 9 juta Euro (Rp 150 miliar) per tahun dengan Borussia Dortmund.
Baca Juga
Kisah Unik Marco Reus, Pemain Paling Sial di Bumi Akhirnya Dapat Trofi Liga
Logo Rheinmetall akan terlihat pada papan iklan di lokasi penting klub seperti Westfalenstadion, tempat latihannya di Brackel, dan acara-acara resmi lainnya. Tapi, logo mereka tidak ditampilkan pada perlengkapan atau peralatan latihan pemain.
“Keamanan dan pertahanan adalah pilar dasar demokrasi kita. Jadi, kami pikir ini adalah keputusan yang tepat untuk melihat bagaimana kami dapat melindungi pilar-pilar ini dan mengambil tanggung jawab dalam kesepakatan ini,” ujar CEO Borussia Dortmund Hans-Joachim Watzke, dilansir Deutsche Welle.
Sementara Direktur Rheinmetall Armin Papperger mengatakan, perusahaannya dan Borussia Dortmund sangat cocok karena ambisi, sikap, dan warisan yang telah dirintis. “BVB adalah klub yang berjuang lebih keras daripada klub lain untuk meraih performa terbaik dan kesuksesan internasional,” ujar Armin Papperger.
Namun, keputusan Borussia Dortmund bermitra dengan Rheinmetall menuai kontroversi. Sebagai klub publik dengan lebih dari 200.000 anggota, kesepakatan ini ditentang banyak orang. Pada rapat umum tahunan bulan lalu, 556 dari 855 anggota yang hadir memberikan suara kontra dalam pemungutan suara yang tidak mengikat. Ada 247 suara yang mendukung, dengan 52 abstain.
Banyak anggota klub tidak setuju karena Rheinmetall terlibat banyak konflik di dunia. Mereka adalah pemasok senjata ke Ukraina dalam perang melawan Rusia. Mereka juga menjadi penyedia senjata untuk Israel dalam perang lawan Hamas dan Hezbollah. Mereka juga terlihat dalam perang di Yaman, Suriah, Irak, hingga Afghanistan.
Meski menuai kontroversi, pemerintah Jerman ternyata mendukung kerjasama Rheinmetall dengan Borussia Dortmund. Menteri Ekonomi sekaligus Wakil Kanselir Jerman Robert Habeck mengatakan kepada wartawan di Berlin bahwa ini adalah bisnis biasa dari perusahaan ke perusahaan.
“Rheinmetall mensponsori sebuah klub sepak bola memang tidak biasa. Tapi, hal itu juga mencerminkan keadaan saat ini. Kami terus berhubungan dengan perusahaan-perusahaan seperti Rheinmetall, mendorong mereka untuk memproduksi lebih banyak amunisi guna mendukung Ukraina,” ujar Robert Habeck.
Baca Juga
Bantai Timor Leste 10-0 di Piala AFF 2024, Pelatih Thailand Masatada Ishii Biasa Saja

