Tragedi Sepak Bola di Guinea Telan Korban Meninggal 56 Suporter
NZEREKORE, investortrust.id – Tragedi sepak bola terjadi di Guinea. Setidaknya 56 suporter meninggal setelah terjadi bentrok antarsuporter dan desak-desakan yang dipicu keputusan kontroversial wasit dalam sebuah turnamen sepak bola yang digagas pemerintahan militer pimpinan Mamady Doumbouya.
Minggu (1/12/2024) waktu setempat, pertandingan sepak bola antara tuan rumah Nzerekore dengan Labe diadakan di Stade du 3 Avril. Itu sebagai bagian dari turnamen yang diselenggarakan untuk menghormati Mamady Doumbouya selaku pemimpin junta militer Guinea.
Turnamen tersebut dikritik oleh kelompok oposisi sebagai upaya untuk memajukan “pencalonan ilegal dan tidak pantas” Mamady Doumbouya dalam pemilihan presiden mendatang. Sekitar 20.000 hingga 30.000 penonton hadir.
Baca Juga
Jadi Pelatih Terbaik Italia 2024, Simone Inzaghi Ingin bertahan Lama di Inter Milan
Awalnya, semua berjalan lancar. Tapi, pada menit 82, wasit memberikan kartu merah kepada salah seorang pemain, kemudian memberikan penalti. Akibatnya, fans yang protes menyerbu lapangan, menyerang wasit, dan melemparkan berbagai benda berbahaya ke lapangan.
Petugas keamanan bereaksi dengan menggunakan gas air mata dalam upaya membubarkan kerumunan. Itu membuat penonton mulai meninggalkan stadion, menyebabkan kerumunan orang berdesakan di dalam dan sekitar gerbang stadion, yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa, termasuk banyak anak-anak.
“Lemparan batu terjadi, polisi kemudian menembakkan gas air mata. Dalam suasana panik itu, saya melihat banyak orang terjatuh, termasuk perempuan dan anak-anak yang terinjak-injak. Sangat mengerikan,” kata salah satu penonton, Amara Conde, dilansir ESPN.
Insiden memilukan ini mengingatkan orang pada tragedi di Stadion Kanjuruhan saat ratusan orang meninggal berdesakan di pintu keluar setelah polisi menembakkan gas air mata dalam pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya.
Baca Juga
Dikalahkan Atalanta di Serie A, AS Roma Tak Mau Salahkan Kelelahan Pemain

