Menko PMK Pratikno Dorong Kolaborasi Antar Kementerian untuk Percepatan Penurunan Stunting
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan bahwa program percepatan stunting tidak dapat diselesaikan oleh satu kementerian saja. Ia berharap, kolaborasi mampu mengintegrasikan program pengentasan stunting dengan berbagai infrastruktur dasar seperti akses air bersih, sanitasi, serta pemberdayaan keluarga di tingkat akar rumput.
Sebab menurutnya, masalah stunting memerlukan pendekatan holistik, mencakup berbagai aspek mulai dari edukasi kesehatan ibu dan anak, penyediaan gizi yang cukup, hingga sanitasi layak yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Upaya ini hanya akan berhasil jika ada kolaborasi antar sektor yang terkoordinasi dengan baik. Oleh karena itu, tadi kita membahas bagaimana melakukan sinkronisasi agar program-program lintas kementerian ini menjadi lebih tepat sasaran,” ungkapnya dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (2/11/2024).
Lebih lanjut, ia mengapresiasi para menteri yang terbuka untuk melakukan koordinasi sehingga dapat memanfaatkan sumber daya negara secara tepat untuk melaksanakan arahan presiden dalam program-programnya. Antara lain, penanganan stunting yang mana BKKBN sebagai ketua pelaksananya.
“Harapannya kita akan melakukan penanganan yang lebih sinergis, apa yang sudah baik kita lanjutkan dan kita perkuat lagi. Permasalahannya memang banyak. Itulah mengapa kita harus fokus menyelesaikan hal-hal yang menjadi prioritas dan strategis, kemudian dilakukan secara sinergis,” ujar Menko Pratikno.
Baca Juga
Target Prevelensi Stunting Jadi 18%, BKKBN Pastikan Setiap Anak Lahir Sehat
Dalam pertemuan ini, Menteri Wihaji menjelaskan sejumlah program unggulan yang tengah dikembangkan BKKBN untuk menurunkan angka stunting secara signifikan seperti edukasi keluarga tentang pentingnya gizi dan kesehatan ibu hamil. Diharapkan, dengan adanya intervensi dari level paling bawah, stunting dapat dicegah sejak dini.
Baca Juga
Nusantara Infrastructure Gagas Program Kolaborasi untuk Tekan Stunting di Makassar
Terkait penanganan stunting ke depan yang masih dirumuskan, Menteri Wihaji mengatakan bahwa sementara saat ini masih berpedoman pada Perpres 72 di mana terdapat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
“Itu kita kerjakan dulu, sambil memang nanti (menunggu) untuk Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025. Prinsipnya kita ikhtiar, kementerian kita punya kewenangan itu tetapi tidak bisa kerja sendirian,” ujar Menteri Wihaji.
Sebagai catatan, kunjungan kerja ini menjadi forum strategis bagi Menko PMK Pratikno untuk menyampaikan pesan kepada Menteri Wihaji agar dapat mengidentifikasi program-program yang bisa dijalankan bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sinergi antar kementerian/lembaga ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program pengendalian stunting di seluruh wilayah Indonesia.

