Hati-hati! Pakar Kesehatan Ini Ungkap Bahaya yang Mengintai Jika Otak Kekurangan Oksigen
JAKARTA, investortrust.id - Praktisi medis dan motivator hidup sehat dr Handrawan Nadesul menyatakan bahwa otak manusia tidak boleh sampai kekurangan oksigen.
Menurut Handrawan, semakin pendek nafas seseorang dan kurang oksigen, maka semakin banyak sel otak yang mati. Sehingga, kondisi tersebut akan membuat seseorang lebih cepat pikun karena memori yang penuh.
Hal itu disampaikan Handrawan dalam acara Talk Show Kesehatan bertajuk "Semua Bisa Panjang Umur" di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (17/10/2024).
"Otak beratnya 2% dari berat tubuh. Tapi kebutuhan oksigennya 30% dari seluruh oksigen yang kita hirup, bayangkan. Otak tidak boleh sampai kekurangan oksigen. Kalau bapak dan ibu bernafas sekarang seperti biasa, nafasnya pendek-pendek, itu artinya oksigen ke otak belum tentu cukup," ujar Handrawan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Handrawan pun menjelaskan, seseorang harus bergerak supaya jantung dapat memompa lebih banyak.
"Jantung memompanya banyak, oksigen otak cukup, otak tetap bugar," ungkap Handrawan.
Lebih lanjut, Handrawan menyebut, miliaran sel otak mati setiap hari. Di mana, semakin banyak sel otak yang mati, maka semakin cepat seseorang mengalami pikun atau demensia.
"Jadi hati-hati dengan kekurangan oksigen. Maka saya sebut istilah olah nafas. Olah nafas itu kita walaupun tidak bergerak, kita nafas dalam, kita tahan selama mungkin, lepaskan pelan-pelan.Lakukan itu berapa menit setiap hari," ajak Handrawan.

