Menteri Teten Ungkap 4 Langkah Agar Produk Modest Fashion RI Bisa Go International
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengungkap beberapa strategi dan persiapan matang yang harus dilakukan bila ingin produk modest fashion Indonesia go international, atau masuk pasar global.
Pertama, kata dia, pemerintah harus menyiapkan ekosistem industri modest fashion dalam negeri yang saat ini dinilai belum mengarah ke industrialisasi.
Teten mengaku sudah sejak lama melihat potensi modest fashion sebagai salah satu keunggulan yang dimiliki Indonesia. Dia berujar, modest fashion mempunyai basis kultural yang kuat, sehingga berpotensi menjadi industri yang berkelanjutan.
"Karena kita kaya dengan sumber serat alam yang sebagian sudah kita olah, sebagian besar belum," kata Teten pada acara Jakarta 1st Modest Fashion Month (Mofam) di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu malam (13/10/2024).
Bahkan dia menyebut Indonesia memiliki market besar di dalam negeri. Menurut dia, pelaku modest fashion dapat melirik pasar besar dari masyarakat muslim di Indonesia. Dia menyebut, melihat potensi permintaan pasar terhadap produk-produk modest fashion, trennya cenderung dinamis.
Baca Juga
Laba Bersih Wulandari Bangun Laksana (BSBK) Melejit 226,74% di Kuartal III-2024
Langkah kedua, dia mengatakan Indonesia harus mampu melakukan penelitian dan pengembangan yang melibatkan desainer hingga pelaku industri tekstil. Untuk mewujudkan modest fashion yang mendunia, dia menilai Indonesia harus mampu mengembangkan bahan baku yang menyesuaikan dengan permintaan pasar. Hal ini, kata dia, belum tertata dengan baik dalam ekosistem modest fashion domestik.
Ketiga, lanjut dia, Indonesia harus menyiapkan segala sesuatu untuk mendukung upaya masuk dalam rantai pasok industri. Menkop UKM berkeinginan, pelaku modest fashion domestik harus mampu menyiapkan brand-brand lokal yang dapat bersaing dengan produk asing, baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri.
Oleh karena itu, Teten mengingatkan, untuk mewujudkan modest fashion Indonesia yang mendunia tidak cukup dengan hanya memiliki potensi besar. Di sisi lain, dia menilai saat ini pemerintah dan pelaku ekosistem modest fashion dalam negeri belum mampu mengelola dan mengoptimalkannya.
"Contoh, masyarakat di Timur Tengah masih memakai modest fashion hitam putih. Kita bisa mengubah mereka lebih berwarna," tutur dia.
Langkah keempat, selanjutnya harus mampu menyiapkan strategi marketing yang efektif. Dia menyayangkan ketiadaan strategi integrasi dari sejumlah fashion show yang menampilkan produk-produk modest. Dia menyebut melalui agenda Jakarta Modest Fashion Week, harusnya dapat disepakati semua pihak sebagai ajang pengenalan ekosistem modest yang terintegrasi di Indonesia.
"Bukan hanya kecil-kecilan, melainkan harus membidik buyer hingga B2B. Jadi, kita harus bisa menghitung marketnya," tandas dia.
Baca Juga
Dalam kesempatan yang sama Plt Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM Temmy Satya Permana menambahkan, Mofam menghadirkan 14 desainer yang menampilkan karya-karya terbaik mereka dengan tema street wear and ready to wear.
Diketahui acara ini juga menampilkan showcase 30 UKM ekosistem pendukung modest fashion, yang terdiri dari produk-produk pendukung fashion seperti tas, footwear, aksesoris, dan personal care. Selain itu, juga menyediakan 20 food truck untuk pengunjung acara yang jumlahnya estimasikan akan mencapai 5000 orang selama acara berlangsung.
"(Semoga) melalui acara Mofam ini branding Indonesia sebagai Capital of Modest Fashion dunia dapat bergaung dan didukung semua pihak," kata Temmy.

