Apa itu Diarra Ruling? Aturan Baru Transfer, Bisa Bikin Wajah Sepak Bola Berubah Total
LUXEMBOURG CITY, investortrust.id – Setelah Bosman Ruling menghebohkan sepak bola dunia pada 1995 dan Kolpak Ruling pada 2003, kini muncul Diarra Ruling. Aturan baru transfer pemain profesional itu berpotensi mengubah total wajah sepak bola internasional.
Bak petir di siang bolong, pada Jumat (4/10/2024), Pengadilan Eropa (ECJ) telah memutuskan mendukung Lassana Diarra atas gugatan terkait transfer pemain profesional. ECJ memutuskan aturan transfer FIFA bertentangan dengan Undang-Undang Uni Eropa yang berkaitan dengan persaingan dan kebebasan bergerak.
Kasus itu terjadi setelah pertempuran hukum yang lama antara mantan gelandang Real Madrid, Chelsea, hingga Arsenal itu dengan FIFA. Gugatan itu muncul setelah kontrak mantan nasional Prancis dengan Lokomotiv Moscow dihentikan tanpa alasan pada 2014.
Baca Juga
Kagum dengan Lamine Yamal, Bek Real Madrid Antonio Ruediger Beri Pujian
Lassana Diarra menentang aturan FIFA. Dia mengatakan bahwa karena aturan itu, dirinya tidak dapat bergabung dengan klub baru. Aturan itu menyatakan pihak mana pun yang ingin membeli pemain yang telah mengakhiri kontrak tanpa "alasan yang tepat" harus memberi kompensasi kepada mantan klub pemain tersebut.
Setelah Lassana Diarra mengajukan gugatan, ECJ mengatakan aturan tersebut menghambat pergerakan bebas pemain sepak bola profesional yang ingin mengembangkan aktivitas mereka dengan bekerja untuk klub baru.
Pengacara Lassana Diarra menyambut baik putusan tersebut sebagai kemenangan total sepak bola. “Semua pemain profesional telah terpengaruh oleh aturan ilegal ini, yang berlaku sejak 2001. Karena itu, kini mereka dapat menuntut kompensasi atas kerugian yang muncul,” bunyi pernyataan resmi Lassana Diarra, dilansir Football Italia.
Lalu, apa dampaknya pada sepak bola? Seperti kasus Jean-Marc Bosman pada 1995 dan Maros Kolpak pada 2003, Diarra Ruling dapat menyebabkan perubahan besar dalam aturan transfer. Ini berpotensi memberi lebih banyak kekuasaan kepada klub-klub besar dan kaya yang bersedia merekrut pemain dari klub-klub kecil.
Di atas kertas, Diarra Ruling juga akan meningkatkan kekuasaan para pemain dan mempermudah pemutusan kontrak mereka untuk bergabung dengan klub baru tanpa membayar biaya transfer.
Hanya saja, seperti Bosman Ruling dan Kolpak Ruling, Diarra Ruling juga membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum perubahan apa pun pada sistem tersebut berlaku. Sebab, putusan Lassana Diarra ini juga merupakan bagian dari kasus di Pengadilan Belgia yang masih berlangsung.
Di sisi lain, FIFA mengatakan puas karena legalitas prinsip-prinsip utama sistem transfer telah ditegaskan kembali dalam putusan Lassana Diarra. Putusan tersebut hanya mempertanyakan dua paragraf dari dua pasal peraturan FIFA tentang status dan transfer pemain, yang kini diminta untuk mempertimbangkan aturan nasional setempat.
Tapi, FIFA juga menyebut akan menganalisis keputusan tersebut dengan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lain sebelum memberikan komentar lebih lanjut.
Sementara Asosiasi Pesepak Bola Profesional (FIFPro) mendukung penuh Lassana Diarra dalam pertarungan hukum itu. Mereka mengatakan bahwa putusan itu akan mengubah lanskap sepak bola. Mereka mengaku akan berkomunikasi lebih lanjut setelah menganalisis putusan ECJ secara mendalam.
Baca Juga
Pelatih Sementara Inggris Lee Carsley Jelaskan Alasan Masih Panggil Harry Kane

