Ketua Umum PD IDI: Dermatologi Estetika Jadi Kebutuhan yang Semakin Dirasakan Masyarakat
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Mohammad Adib khumaidi menyampaikan bahwa pengembangan ke depan terkait dengan health care services atau pelayanan kesehatan yang bergerak di bidang dermatologi estetika menjadi satu kebutuhan yang semakin dirasakan masyarakat.
Untuk diketahui, dermatologi estetika sendiri adalah cabang ilmu dermatologi yang berfokus pada perawatan kulit untuk memperbaiki penampilan dan kesehatan kulit seseorang. Perawatan ini biasanya dilakukan pada kulit yang tidak memiliki penyakit kulit.
Dermatologi estetika bertujuan untuk Mmmperbaiki atau menunda penuaan kulit, mengurangi cacat fisik, dan memperbaiki penampilan seseorang.
Hal itu diungkapkan Adib dalam acara Grand Launching Brawijaya Dermatology Aesthetic Plastic Surgery (DAPS) di Brawijaya Hospital Antasari, Jakarta, Selasa (3/9/2024).
"Karena sekarang kan cantik itu bukan mahal. Cantik itu sekarang bukan lagi bicara nilai harga. Cantik penampilan itu bicara sebuah kebutuhan," ujar Adib.
Sehubungan dengan hal tersebut, Adib bahkan menyebut, jika saat ini sudah banyak sekali downline-downline-nya kosmetik di kampung-kampung.
"Kalau saya beberapa kali ke daerah, oh ini ada, ini ada. Tapi disitu kelihatan, artinya apa? Masyarakat sudah begitu luar biasa kebutuhannya terkait dengan masalah penampilan ini, dan ini menjadi satu market sebenarnya," ungkap Adib.
Terkait market ini, Adib menjelaskan, yang harus didorong dan ditonjolkan dari kebutuhan market itu bukan hanya sekedar menangkap peluang dari sisi bisnisnya saja, melainkan juga agar masyarakat teredukasi untuk kemudian mendapatkan pelayanan one stop services yang aman dan nyaman.
"Dan ini yang kemudian saya kira konsep peace on hospital tadi, di dalam pelayanan dermatologi estetik plastik surgery ini adalah satu hal yang satu sisi juga bukan masalah tanggung jawab kebutuhannya, tapi kita juga tahu bahwa kalau berobat ke tempat yang itu di hospital, maka patient safety itu akan tetap menjadi prioritas yang akan kita lakukan," jelas Adib.

