CMO Pintu Timothius Martin: Hiking buat Fokus Makin Meningkat
JAKARTA, investortrust.id - Aktivitas mendaki gunung (hiking) dan menjelajahi alam bebas tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik, namun memberikan kesejukan bagi pikiran termasuk fokus yang meningkat.
Bagi seorang Chief Marketing Officer (CMO) PT Pintu Kemana Saja (PINTU) Timothius Martin, hiking menurutnya menjadi salah satu kegiatan yang bisa melepas jenuh dari pekerjaaan dan bisa membuatnya menjadi lebih tenang. Apalagi jika hobi tersebut dilakukan bersama dengan orang yang dikasihi.
“Hiking harus berhati-hati, fokus, dan melepas dari rutinitas kerjaan, untuk break. Hiking climbing butuh konsentrasi dan fokus yang tinggi. Kalaupun kepikiran kerjaan, itu yang muncul adalah inovasi dari apa yang bisa dibikin,” katanya kepada investortrust.id, baru-baru ini.
Baca Juga
PINTU Rilis Pintu Pro Web, Tawarkan Pengalaman Trading Canggih untuk Trader Pro
Timo biasa ia disapa mulai tertarik hiking sejak beberapa tahun lalu. Pengalaman pertamanya mendaki di Lake District, Inggris dan Kjerag Bolten, Norwegia meninggalkan kesan mendalam yang membuatnya jatuh cinta pada kegiatan ini.
"Sebelumnya tidak suka kegiatan outdoor, ke Lake District jadi suka meski mini hiking. Kalau untuk extreme-nya di Kjerag Bolten yang tingginya 1.000 meter di titik boulder-nya, tapi ada 2-3 peak sebelum sampai ke titik boulder yang terkenal itu dan masing-masing peak ada 700-1.000 meter harus naik turun," katanya.
Sejak saat itu, Timo rutin melakukan hiking, setidaknya tiga sampai empat kali dalam setahun.
Selain memberikan ketenangan pikiran, hiking juga membawa banyak manfaat kesehatan baginya. "Saya merasa tubuh saya lebih fit dan energi saya meningkat setelah rutin hiking," katanya.
Hiking merupakan olahraga yang baik untuk kesehatan jantung, meningkatkan kekuatan otot, dan membantu menurunkan stres, serta mempererat hubungannya dengan sang istri. Timo juga merasa bahwa hiking membantunya menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi.
“Hiking sering berdua sama istri, dia climbing justru lebih pro,” ujarnya.
Baru-baru ini, Timo telah menjelajahi berbagai gunung di Indonesia. Beberapa gunung yang pernah ia daki antara lain Gunung Rinjani di Lombok, Gunung Agung dan Batur di Bali, Gunung Bromo di Probolinggo, Gunung Ijen di Banyuwangi.
“Setiap gunung memiliki keunikan dan tantangannya sendiri. Saya selalu antusias untuk mengeksplorasi tempat baru,” ujar Timo dengan semangat.
Ternyata tak hanya di Indonesia, Timo bersama istri bahkan pernah hiking hingga ke kutub utara, tepatnya di Svalbard yang berada di kepulauan Norwegia, Samudra Arktik. Svalbard memberikan pengalaman berkesan bagi para petualang yang ingin menjelajahi keindahan alam Arktik, apalagi untuk menuju puncak harus menggunakan mobil salju.
“Yang menarik disana (Svalbard, red), populasi manusianya sepertiga populasi beruang kutub, 1:3. Banyak beruang kutub, bahkan illegal kalau kita keluar tidak bawa senapan. Hiking wajib pakai guide. Ilegal juga buat nembak beruang itu kalau mereka tidak menyerang kita. Bahkan Ilegal juga untuk meninggal disana,” ujarnya.
Baca Juga
PINTU Jadi Pedagang Kripto Pertama di Indonesia yang Raih Lisensi Penuh
Sebagai rekomendasi hiking, untuk Indonesia ia mengatakan, Gunung Batur dan Gunung Agung yang berada di Bali merupakan dua gunung yang bagus bagi pemula. Sedangkan, gunung yang diincarnya untuk didaki adalah Carstensz Pyramid atau Puncak Jayawijaya yang merupakan puncak tertinggi di Papua untuk level pro.
“Carstensz itu top three gunung yang paling susah didaki di dunia,” katanya.
Melalui hobinya ini, Timo berharap dapat terus menjelajahi keindahan alam Indonesia dan membagikan pengalaman positifnya kepada lebih banyak orang.

