Catat! 5 Jenis Teh Ini Dapat Menurunkan Tekanan Darah
JAKARTA, investortrust.id - Teh adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia setelah air putih dan dikenal sebagai minuman yang menenangkan. Selain rasa dan aroma yang menggugah selera, beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh dapat menjaga kesehatan jantung dan mengendalikan tekanan darah.
Catatan pertama tentang teh berasal dari Tiongkok pada abad ke-3 Masehi, di mana pertama kali diakui sebagai minuman obat. Dengan bantuan para pedagang, popularitas teh menyebar dengan cepat ke seluruh benua. Kemudian pada awal abad ke-19, konsep Afternoon Tea menjadi terkenal di Inggris, mengubah kebiasaan minum teh menjadi sebuah acara yang lebih formal dan untuk bersosialisasi.
Dari segi jenis, teh hijau, hitam, oolong, dan putih semuanya berasal dari tanaman Camellia sinensis, namun proses fermentasi yang berbeda memberikan karakteristik unik pada masing-masing jenisnya.
Baca Juga
Tak Hanya Jadi Simbol Dukungan, Semangka Juga Kaya Manfaat untuk Kesehatan
Berdasarkan studi dari BMC Public Health, konsumsi teh dikaitkan dengan efek perlindungan pada tekanan darah dengan menurunkan risiko tekanan darah hipertensi sebesar 10%. Namun, efek perlindungannya berbeda-beda tergantung jenis teh yang dikonsumsi. Misalnya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal National Library of Medicine pada 2014 menyimpulkan bahwa konsumsi rutin teh hijau dapat dikaitkan dengan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Dilansir dari Healthline, berikut beberapa jenis teh yang bisa kamu coba untuk menurunkan tekanan darah.
1. Teh Kembang Sepatu
Teh kembang sepatu terbuat dari kelopak bunga kembang sepatu yang dikeringkan, sehingga memiliki warna merah cerah dan rasa asam. Teh kembang sepatu mengandung senyawa-senyawa seperti antosianin dan polifenol yang memiliki potensi untuk merilekskan pembuluh darah.
Senyawa ini berkontribusi pada penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Karena alasan ini, teh kembang sepatu menjadi pilihan yang populer sebagai alternatif alami dalam mengatasi hipertensi. Beberapa bukti menunjukkan bahwa meminum 2 cangkir teh kembang sepatu setiap hari secara teratur dapat menurunkan tekanan darah.
2. Teh Hijau
Teh hijau merupakan minuman populer yang identik dengan minuman diet. Teh ini tidak difermentasi dan mengandung lebih banyak senyawa bioaktif katekin dibandingkan teh lainnya, khususnya epigallocationchin gallate (EGCG), yang telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk penurunan tekanan darah.
Studi dari BMC Public Health menemukan bahwa konsumsi teh hijau dikaitkan dengan risiko tekanan darah hipertensi 6% lebih rendah. Teh hijau memiliki efek terbaik dalam menurunkan tekanan darah jika dikonsumsi dalam jangka panjang, dalam jumlah sedikit, dan lebih jarang.
3. Teh Daun Zaitun
Teh daun zaitun, yang berasal dari daun pohon zaitun, menawarkan cita rasa herbal yang lembut. Masyarakat di wilayah Mediterania telah menggunakan daun zaitun sebagai bagian penting dari tradisi makanan dan obat-obatan selama bertahun-tahun.
Teh ini kaya akan senyawa-senyawa seperti oleuropein dan hidroksitirosol yang diyakini dapat membantu dalam pengaturan tekanan darah dengan merilekskan pembuluh darah. Menurut sebuah penelitian pada 2017 yang melibatkan 31 partisipan, konsumsi teh daun zaitun selama 28 minggu menghasilkan penurunan signifikan dalam tekanan darah sistolik dan diastolik dalam waktu 4 minggu.
Partisipan, yang mayoritas di antaranya adalah individu dengan diabetes tipe 2 dan prahipertensi, berhasil mencapai tingkat tekanan darah yang lebih stabil. Untuk menikmati manfaat teh daun zaitun, cukup seduh 5 gram daun kering yang telah digiling dalam 250 mililiter air hangat dan minum dua kali sehari.
Baca Juga
4. Teh Hawthorn Berry
Teh yang terbuat dari buah pohon hawthorn (Crataegus monogyna), memiliki rasa yang sedikit manis dan asam. Tanaman ini memiliki sebaran alami di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Utara. Bunga hawthorn biasanya mekar pada bulan Mei, diikuti oleh pertumbuhan buah kecil yang dikenal sebagai haws.
Buah haws umumnya dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk seperti selai, jeli, permen, dan anggur. Di samping itu, bagian-bagian lain dari tanaman hawthorn, termasuk daun, bunga, kulit, serta batang, juga sering dimanfaatkan dalam pembuatan obat-obatan.
Dalam sebuah penelitian, ekstrak hawthorn ditemukan efektif untuk hipertensi pada penderita diabetes tipe 2 yang juga mengonsumsi obat yang diresepkan. Peserta mengonsumsi 1.200 mg ekstrak hawthorn setiap hari atau plasebo selama 16 minggu. Mereka yang mengonsumsi hawthorn memiliki tekanan darah lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi plasebo.
5. Teh Kamomil
Teh kamomil, yang dibuat dari bunga kering tanaman kamomil seperti Matricaria chamomilla atau Chamaemelum nobile, kaya akan flavonoid, sejenis antioksidan yang telah diteliti karena potensinya dalam menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol.
Karena kemampuannya untuk meredakan stres dan kegelisahan, teh kamomil lebih cocok dikonsumsi sebelum tidur atau saat ingin meredakan ketegangan pada akhir hari.

