Konggres Dermatology 2023 Fokus Bahas Perawatan Kulit
SINGAPURA, investortrust.id –World Congress of Dermatology (WCD) untuk pertama kali digelar di Asia Tenggara. Tepatnya WDC ke-25 tahun ini diselenggarakan di Singapura, yang menghadiran wakil dari 130 negara dunia.
Konggres yang digelar di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre, Jumat (8/7/2023) ini khusus membahas perkembangan terbaru seputar penelitian dan perawatan kulit. Dermatological Society of Singapore (DSS) menjadi tuan rumah WCD2023, didukung International League of Dermatological Societies (ILDS).
Sebagai ajang pertama yang digelar di negara tropis, WCD mengulas gangguan kesehatan kulit yang berkaitan dengan kondisi iklim. Sejumlah sesi juga membahas kesehatan kulit warga yang bermigrasi dan pengungsi, penyakit kulit di wilayah tropis yang sering diabaikan, serta penyakit yang berdampak pada penduduk dengan kulit berwarna.
Di sisi lain, sesi ini akan mengupas penyakit kulit yang berkaitan dengan kesulitan hidup yang dihadapi manusia dan perubahan iklim, kesehatan kulit di dunia, serta layanan dermatologi di negara-negara yang tertinggal, serta wilayah bumi bagian selatan.
"Setelah kita bangkit dari gejolak kesehatan dan ekonomi, WCD2023 akan berperan besar menyatukan kembali pakar medis dan ilmiah menuju babak baru. WCD2023 pertama kalinya berlangsung di Singapura, serta Asia Selatan dan Tenggara. Kawasan tersebut dihuni oleh 2,3 miliar jiwa dan lebih dari 30.000 ahli dermatologi," ujar Professor Roy Chan, President of the 25th World Congress of Dermatology.
Profesor Roy menambahkan, WCD yang kerap dijuluki 'Olimpiade Ahli Dermatologi' ini berlangsung setiap empat tahun. “Sebagai forum bagi spesialis dermatologi dari seluruh penjuru dunia, kami berharap WCD2023 akan mendorong berbagai ide, meningkatkan kolaborasi, serta membangun kembali jaringan yang akan memperluas wawasan dermatologi dan ilmu tentang perawatan kulit," lanjut Professor Roy Chan.
Dukungan Luas
WCD2023 diikuti lebih dari 11.000 delegasi yang berkunjung ke Singapura, serta diperkirakan menghasilkan pendapatan pariwisata hingga S$28 juta bagi Singapura. Lembaga pendukung lain adalah National Skin Centre dan Skin Research Institute of Singapore.
Pelaku industri terkait pun turut memberikan dukungan yang luar biasa. Terbukti penyelenggara mendapat dukungan dari 17 sponsor utama dan 95 ekshibitor turut berpartisipasi dalam even ini.
“WCD2023 mengagendakan acara konggres dengan topik ilmiah yang lengkap dan beraneka ragam. Sebanyak 208 simposium, 15 paparan, 24 kursus, dan 19 forum ahli meramaikan acara ini,” demikian pernyataan resmi penyelenggara melalui rilis media.
WCD2023 mengulas kemajuan penting dalam bidang dermatologi, serta mengeksplorasi berbagai isu medis dan ilmiah seputar seni dan sains dermatologi. Sejauh ini WCD telah menjadi konferensi dermatologi yang terkemuka di dunia selama lebih dari 130 tahun.
Sejak pertama kali digelar tahun 1889, WCD telah menjangkau 19 kota di seluruh dunia. Mengusung tema "Dermatology Beyond Borders", WCD2023 akan memperluas horizon dermatologi, meningkatkan hubungan dengan pasien dan komunitas. Hal ini melampaui batas wilayah, fisik, dan masyarakat, serta hadir sebagai konferensi inklusif yang merayakan keberagaman.

