Masih Jalani Perawatan, Paus Fransiskus Pernah Bahas Wacana Pengunduran Diri
VATIKAN, Investortrust.id - Paus Fransiskus telah memasuki minggu keempatnya di rumah sakit akibat pneumonia ganda, sementara pertanyaan mulai bermunculan mengenai masa depan kepausannya, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Belakangan Paus Fransiskus semakin sering mendelegasikan tugas-tugas hariannya kepada para kardinal, termasuk pada akhir pekan ini.
Pada hari Sabtu (8/3/2025), Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, menggantikan Paus Fransiskus untuk memimpin Misa bagi kelompok pro-kehidupan. Sementara itu, pada hari Minggu (9/3/2025), seorang pejabat Vatikan lainnya, Kardinal Michael Czerny, akan mengambil alih tugas paus dalam memimpin Misa Tahun Suci bagi para relawan.
Memang tidak ada larangan pendelegasian tugas kepausan semacam ini dilanjutkan, kendati Paus Fransiskus masih tetap sadar dan bekerja dari rumah sakit.
Nah di tengah kondisi kesehatannya yang buruk, Paus yang kini berusia 88 tahun itu sejatinya telah beberapa kali berbicara tentang kemungkinan mengundurkan diri. Meskipun pandangannya soal pengunduran diri berubah beberapa kali, terutama dalam beberapa tahun terakhir setelah wafatnya Paus Benediktus XVI.
Baca Juga
Dalam memoarnya yang diterbitkan pada tahun 2024 berjudul Life, Fransiskus menceritakan bagaimana ia pertama kali mengetahui tentang pengunduran diri Benediktus, yang merupakan pengunduran diri Paus pertama dalam 600 tahun terakhir.
Ia bercerita ketika pertama kali mendengar Paus Benediktus mengundurkan diri dari seorang jurnalis Vatikan yang meneleponnya di Buenos Aires pada 11 Februari 2013.
"Untuk sesaat, saya terdiam. Saya hampir tidak bisa mempercayai apa yang saya dengar," tulis Fransiskus dalam Life.
"Ini adalah berita yang tidak pernah saya bayangkan akan saya terima seumur hidup saya: pengunduran diri seorang paus adalah sesuatu yang tidak terpikirkan, meskipun memang diperbolehkan dalam hukum kanon. Pada saat-saat pertama, saya berkata pada diri sendiri, ‘Saya pasti salah dengar, ini tidak mungkin.’ Tetapi kemudian saya memahami bahwa Benediktus pasti telah merenung dan berdoa dalam waktu yang lama sebelum mengambil keputusan yang berani dan bersejarah ini. Menghadapi kondisi fisiknya yang semakin melemah, ia menyadari bahwa satu-satunya elemen yang tak tergantikan dalam Gereja adalah Roh Kudus, dan satu-satunya Tuhan adalah Yesus Kristus. Itulah mengapa ia adalah seorang paus yang luar biasa, rendah hati, dan tulus, yang mencintai Gereja hingga akhir," tutur Paus dalam memoarnya.
Selama 10 tahun mereka tinggal bersama di Vatikan sebagai paus yang sedang menjabat dan paus emeritus, Paus Fransiskus berulang kali memuji keberanian dan kerendahan hati Benediktus dalam mengambil keputusan untuk mengundurkan diri. Ia juga mengatakan bahwa Benediktus telah "membuka pintu" bagi para paus di masa mendatang untuk melakukan hal yang sama.
Potensi Paus Fransiskus Ikuti Langkah Benediktus
Dalam sebuah wawancara tahun 2022 dengan surat kabar Spanyol ABC, Fransiskus mengungkapkan bahwa ia telah menulis surat pengunduran diri tak lama setelah terpilih sebagai paus. Surat tersebut berisi pernyataan bahwa ia akan mengundurkan diri jika mengalami masalah kesehatan yang menghalanginya dalam menjalankan tugasnya, atau mencegahnya secara bebas mengumumkan pengunduran diri.
Teks surat tersebut belum pernah dipublikasikan, dan tidak diketahui jenis gangguan kesehatan atau kehilangan kesadaran seperti apa yang akan memicu pengunduran dirinya. Hukum kanon tidak memiliki ketentuan tentang apa yang harus dilakukan jika seorang paus mengalami gangguan kesehatan permanen, dan para ahli hukum gereja pun berbeda pendapat mengenai kesahihhan surat pengunduran diri yang telah ditulis.
Baca Juga
Diundang Paus Fransiskus ke Vatikan, Puan dan Megawati Hadiri KTT tentang Anak
Kanon 332.2 menyatakan bahwa agar pengunduran diri seorang paus menjadi sah, "diperlukan agar pengunduran diri tersebut dilakukan secara bebas dan dinyatakan dengan jelas, tetapi tidak harus diterima oleh siapa pun."
Paus Fransiskus telah beberapa kali mengonfirmasi keberadaan surat pengunduran dirinya, termasuk pada tahun lalu. Namun, dalam Life, yang diterbitkan tepat setahun yang lalu, ia menyatakan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk mengundurkan diri. Setidaknya pada saat itu ketika ia masih dalam kondisi yang sehat.
"Tetapi, saya ulangi, ini adalah kemungkinan yang masih sangat jauh, karena saya benar-benar tidak memiliki alasan serius yang membuat saya berpikir untuk mengundurkan diri," katanya.
"Beberapa orang mungkin berharap bahwa cepat atau lambat, mungkin setelah menjalani perawatan di rumah sakit, saya akan membuat pengumuman seperti itu. Tetapi hal itu tidak akan terjadi: Syukur kepada Tuhan, saya dalam kondisi sehat, dan seperti yang telah saya katakan, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, jika Tuhan menghendaki."
Hal yang Berubah Pasca Wafatnya Benediktus
Paus Benediktus XVI wafat pada 31 Desember 2022 dalam usia 95 tahun. Selama 10 tahun masa hidupnya setelah pensiun, tidak sedikit masalah yang muncul, terutama karena kelompok tradisionalis dan konservatif masih menganggapnya sebagai figur referensi nostalgis mereka.
Dalam wawancara pertamanya dengan The Associated Press setelah wafatnya Benediktus, Paus Fransiskus kembali menegaskan bahwa Benediktus telah membuka kemungkinan bagi para paus di masa depan untuk pensiun. Ia juga mengulangi bahwa jika suatu saat ia memutuskan untuk mengundurkan diri, ia akan tinggal di rumah khusus untuk pensiunan imam di keuskupan Roma dan akan disebut sebagai "uskup emeritus Roma", bukan "paus emeritus".
Fransiskus mengatakan bahwa keputusan Benediktus untuk tinggal di sebuah biara yang telah direnovasi di Taman Vatikan merupakan "solusi peralihan yang baik", tetapi paus-paus yang pensiun di masa depan mungkin akan memilih cara yang berbeda.
Namun, beberapa pekan kemudian, saat berbicara kepada para imam di Kongo dan Sudan Selatan, sikap Fransiskus berubah. Setelah tidak lagi hidup berdampingan dengan Benediktus, ia menyoroti risiko jika pengunduran diri paus menjadi hal yang biasa. Ia kembali menyebutkan bahwa ia memang telah menulis surat pengunduran diri, tetapi menegaskan bahwa kepausan adalah tugas seumur hidup.
"Saya menulis surat itu untuk berjaga-jaga jika saya mengalami masalah kesehatan yang menghalangi saya menjalankan tugas saya, dan saya tidak sepenuhnya sadar untuk mengundurkan diri," katanya, demikian dilaporkan oleh jurnal Jesuit La Civilta Cattolica berdasarkan pernyataan dalam pertemuan tertutup, seperti dikutip Independent.uk.

