Cristian Chivu Puji Karakter Inter Milan Setelah Comeback Dramatis Lawan Udinese
Poin Penting
|
MILAN, investortrust.id – Inter Milan kembali menunjukkan karakter sebagai tim pantang menyerah setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Udinese 5-3 di San Siro, Selasa (15/9/2026) dini hari WIB.
Inter bahkan kembali mengulangi skenario yang terjadi ketika menghadapi Napoli pada pekan sebelumnya. I Nerazzurri tertinggal 0-2 lebih dulu sebelum membalikkan keadaan dan meraih kemenangan.
Saat melawan Udinese, Inter kembali tertinggal dua gol dalam 16 menit pertama. Namun, Carlos Augusto dan Nicolo Barella membawa tuan rumah menyamakan kedudukan sebelum Marcus Thuram, Pio Esposito, dan Ange-Yoan Bonny memastikan Inter berbalik unggul. Udinese hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Oumar Solet di pengujung pertandingan.
Baca Juga
Dominic Calvert-Lewin Gacor, Peluang Kembali ke Timnas Inggris Terbuka
Bagi Chivu, respons pemain setelah start buruk justru menjadi salah satu hal positif yang dia lihat. Pelatih asal Rumania itu menilai Inter memiliki kualitas untuk mencetak banyak gol, tetapi tetap harus mengevaluasi sejumlah kelemahan.
"Ini adalah kualitas kami dan apa yang kami tahu bagaimana melakukannya. Kami bisa mencetak banyak gol dan mempertahankan level permainan yang tinggi. Jadi, selain 25 menit pertama ketika kami mencoba melakukan beberapa hal tanpa energi yang tepat dan Udinese mampu memanfaatkan sikap kami, kami mampu memberikan respons dengan baik," kata Chivu kepada Sky Sport Italia.
"Kami tetap berada dalam pertandingan, tidak ingin kalah, dan saya senang dengan hal itu. Saya juga perlu menganalisis apa yang tidak berjalan dan apa yang mungkin tidak berhasil saya sampaikan kepada tim. Saya sebenarnya sudah memperkirakannya karena Liga Champions benar-benar menguras energi," tambah Chivu.
Kemenangan tersebut sekaligus memperlihatkan sisi lain Inter. Produktivitas mereka sangat tinggi, tetapi lini belakang masih menjadi pekerjaan rumah. Setelah empat pertandingan Serie A, Inter telah mencetak 14 gol dan menjadi salah satu tim paling produktif di kompetisi tersebut.
Chivu tidak menutup mata terhadap masalah tersebut. Dia justru menganggap permainan dengan intensitas tinggi memang membuat timnya harus mengambil sejumlah risiko.
"Kalau saya mengatakan tidak khawatir, berarti saya bukan pelatih. Ini adalah sepak bola modern, ada intensitas yang sangat tinggi. Lawan berani menghadapi kami dan saya menyukai cara bermain seperti ini, meskipun itu berarti mengambil risiko," beber Chivu.
"Sebagai pemain maupun pelatih, saya tidak pernah melihat tim sepak bola yang sempurna. Kami harus berusaha melakukan yang terbaik dan mempertahankan identitas kami berdasarkan nilai serta prinsip, baik secara taktik maupun kemanusiaan. Saya menyukai cara seperti ini, tetapi dalam beberapa pertandingan hasilnya lebih baik dibandingkan pertandingan lainnya. Itulah olahraga," pungkas Chivu.
Baca Juga
John Herdman Targetkan Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup
