Tiru NBA, FIFA Bikin Terobosan Juara Piala Dunia 2026 Dapat Cincin Emas
Poin Penting
|
EAST RUTHERFORD, investortrust.id – FIFA menyiapkan hadiah spesial bagi juara Piala Dunia 2026. Selain mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola, pemenang final antara Spanyol dan Argentina juga akan menerima cincin juara eksklusif, tradisi yang selama ini lebih identik dengan olahraga profesional Amerika Serikat seperti NBA.
Partai final yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, juga akan dihadiri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia dijadwalkan menyerahkan langsung trofi Piala Dunia kepada tim yang keluar sebagai juara.
Selain itu, FIFA menyediakan 30 cincin juara untuk para pemain, pelatih, dan ofisial tim pemenang. Lalu, sebanyak 1.996 cincin edisi kolektor, yang akan dipasarkan kepada suporter sebagai bentuk peringatan Piala Dunia 2026.
Baca Juga
Setiap cincin dirancang dengan miniatur trofi Piala Dunia serta ukiran khusus pada bagian dalam, menjadikannya suvenir eksklusif yang belum pernah diberikan pada edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya.
Penggunaan cincin juara merupakan tradisi yang sudah lama melekat di dunia olahraga Amerika, terutama National Football League (NFL) dan National Basketball Association (NBA), ketika setiap tim yang menjuarai liga selalu memperoleh cincin sebagai simbol keberhasilan.
Kehadiran Donald Trump di partai final sebelumnya telah dikonfirmasi Presiden FIFA Gianni Infantino dan Gedung Putih. Menariknya, sepanjang Piala Dunia 2026, Trump belum pernah terlihat menghadiri satu pun dari 102 pertandingan yang telah berlangsung, termasuk seluruh laga Amerika Serikat sebelum tersingkir di babak 16 besar oleh Belgia.
Nama Trump sempat menjadi sorotan selama turnamen setelah hubungannya dengan Gianni Infantino memicu kontroversi. Presiden Amerika Serikat itu dilaporkan meminta FIFA meninjau kembali kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Tak lama kemudian, FIFA membatalkan sanksi larangan bermain otomatis terhadap Balogun. Keputusan tersebut memicu kritik karena dianggap menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan aturan. Balogun akhirnya bisa tampil saat Amerika Serikat menghadapi Belgia di babak gugur, tetapi timnya tetap tersingkir setelah kalah telak 1-4.
Sepanjang turnamen, tidak ada kartu merah maupun kartu kuning dari pemain negara lain yang memperoleh perlakuan serupa, meski Prancis dan Inggris juga sempat mengajukan permohonan peninjauan atas insiden yang melibatkan pemain mereka.
Baca Juga
Full Squad, Raja Felipe VI Pimpin Delagasi Kerajaan Spanyol di Final Piala Dunia 2026
