Ada Masalah Apa? Organisasi HAM Laporkan Presiden FIFA Gianni Infantino
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi tekanan baru setelah organisasi hak asasi manusia FairSquare melaporkannya ke Komite Olimpiade Internasional (IOC) atas dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik.
Laporan itu berkaitan dengan sejumlah tindakan Infantino yang dinilai menunjukkan dukungan politik kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, termasuk kontroversi kasus penyerang timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun. FairSquare menilai Infantino, yang juga menjadi anggota IOC sejak 2020, telah beberapa kali melanggar Piagam Olimpiade dan Kode Etik IOC.
Kasus Balogun muncul setelah adanya komunikasi melalui sambungan telepon antara Donald Trump dan Gianni Infantino. Kasus itu semakin menyita perhatian setelah muncul laporan bahwa puluhan anggota Parlemen Eropa tengah menggalang dukungan untuk membuka penyelidikan terhadap Infantino terkait dugaan campur tangan politik dalam pengambilan keputusan FIFA.
Baca Juga
Sesumbar, John Terry Bilang Inggris Lebih Kuat dari Argentina
Menurut ESPN, keputusan menangguhkan sanksi Balogun diambil langsung oleh Ketua Komite Disiplin FIFA Mohammad Al Kamali. Langkah itu disebut tidak lazim karena dalam kasus-kasus disipliner sebelumnya keputusan biasanya tidak ditetapkan oleh satu orang saja.
Dalam pengaduannya, FairSquare menuding Infantino melakukan sedikitnya lima pelanggaran nyata terhadap aturan netralitas politik IOC. Organisasi tersebut juga mengklaim memiliki bukti awal atas dua dugaan pelanggaran serius lainnya yang layak diselidiki lebih lanjut.
FairSquare menilai terdapat indikasi FIFA tunduk pada tekanan politik dari Presiden Trump dalam penanganan kasus Balogun sehingga proses disiplin selama Piala Dunia 2026 diduga tidak berjalan sepenuhnya independen.
Selain itu, Infantino juga dipersoalkan karena mempromosikan situs resmi penggemar Piala Dunia 2026 yang disebut-sebut menjadi bagian dari pengumpulan data oleh sejumlah entitas yang dikaitkan dengan Trump.
Ini bukan kali pertama FairSquare mengajukan keberatan terhadap Infantino. Pada Desember tahun lalu, organisasi tersebut telah melaporkan kasus serupa kepada Komite Etik FIFA. Tapi, hingga kini mereka mengaku baru menerima konfirmasi penerimaan laporan tanpa adanya tindak lanjut.
Dukungan terhadap penyelidikan juga datang dari Asosiasi Sepak Bola Norwegia yang meminta Komite Etik FIFA menelaah laporan FairSquare. Sementara 50 anggota Parlemen Eropa turut mengirim surat resmi agar dugaan pelanggaran tersebut segera diproses.
Baca Juga
Jadwal Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol, Final Ideal yang Hadir Terlalu Cepat
